‘Pacuan Kuda Crossborder’ di Tanjung Bastian, Demi Jaga Atmosfer Wisata TTU

0
35
Tanjung Bastian, lokasi Pacuan Kuda Crossborder di TTU. (foto: yoniuskono.blogspot.co.id)

Demi jaga atmosfer wisata di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), maka ‘Pacuan Kuda Crossborder’ digelar. Dampak Pacuan Kuda Crossborder di Kefamenanu, TTU Nusa Tenggara Timur, untuk menarik minat kunjungan wisatawan asing, mulai terasa.

Bukan cuma menyaksikan pacuan kuda di Arena Pacuan Kuda Kilometer 9 Kafemenanu, para wisatawan mancanegara berbondong-bondong mengeksplorasi destinasi wisata di TTU.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Timur Tengah Utara Yohanes Sanak mengaku puas dengan kegiatan ini. Selain mendatangkan wisatawan, misi event untuk mempromosikan destinasi wisata di TTU menuai sukses besar.

Pacuan Kuda crossborder 2 - ‘Pacuan Kuda Crossborder’ di Tanjung Bastian, Demi Jaga Atmosfer Wisata TTU
Tanjung Bastian, tempat pacuan kuda terindah se-Indonesia. (foto: awalnya.blogspot.co.id)

“TTU banyak menyimpan destinasi wisata, salah satunya adalah Pantai Tanjung Bastian, terletak sekitar 67 km di sebelah utara dari Kota Kefamenanu. Waktunya juga tidak terlalu jauh, dapat ditempuh kurang lebih satu jam perjalanan dengan menggunakan angkutan umum/pedesaan,” ujar Yohanes Sanak, di Kefamenanu.

Menurut Yohanes, TTU bisa menjadi pilihan tepat bagi wisatawan asal Timor Leste untuk spending money .Selain ramai event, TTU memiliki pantai Tanjung Bastian. Lokasi ini seringkali menghelat kegiatan-kegiatan berskala regional maupun nasional, termasuk Pacuan Kuda Crossborder.

Yohannes bahkan berani menjamin, kalau Tanjung Bastian lebih dari sekadar destinasi wisata, tetapi memiliki ‘menu’ lain berupa lintasan balap kuda terindah di Indonesia.

“Jalur pacuan kuda di Tanjung Bastian merupakan jalur pacuan paling indah di seluruh Indonesia. Sangat tepat bila wisman asal Timor Leste menghabiskan dolarnya di sini,” ucap Yohannes sambil berpromosi.

 

Pacuan Kuda crossborder - ‘Pacuan Kuda Crossborder’ di Tanjung Bastian, Demi Jaga Atmosfer Wisata TTU
Pacuan Kuda Crossborder di Tanjung Bastian ini demi menjaga atmosfer destinasi wisata di TTU. (foto: services.korpri.online)

Destinasi lain selain Pantai Bastian di TTU, Pantai Wini di Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Akses menuju Pantai Wini sangat mudah. Dengan waktu tempuh hanya satu jam, wisatawan sudah bisa menikmati panorama pantai dengan udara cukup bersahabat.

“Objek wisata pantai masih alami dengan hamparan pasir putih asri dan udara pantai sejuk. Pantai ini menjadi salah satu objek wisata alam andalan Kabupaten TTU,” ujar dia

Selain destinasi wisata pantai, Kabupaten TTU memiliki destinasi wisata religi, salah satu adalah Gua Bitauni, tempat ziarah bagi seluruh umat Katolik di keuskupan Atambua. Serta menjadi tempat prosesi jalan salib di waktu Paskah atau doa rosario sepanjang bulan Mei dan Oktober.

“Terletak di sebuah bukit batu ditutupi hutan tropis dan di bawah pohon beringin dan pohon-pohon pelindung lain untuk menambah suasana hening dan khidmat untuk berdoa. Gua Bitauni berjarak kurang lebih 34 km dari kota Kefamenanu,” tuturnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi atraksi wisata ini . Arief berharap, Pacuan Kuda crossborder menjadi agenda reguler di TTU. Event ini sangat efektif untuk menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah masif. Terlebih destinasi-destinasi di TTU sangat menarik untuk digali.

“Saat event, menjadi momentum tepat untuk mempromosikan destinasi. Pemerintah Daerah harus menangkap kesempatan ini dengan cepat. Karena pasti,terjadi pergerakan besar-besaran dari wisnus dan juga wisman asal Timor Leste,” papar Menpar.

LEAVE A REPLY