Nikmati Kapal Pesiar di Gresik Pakai Tiket Berupa Sampah!

0
588
Foto: Mulyono Malik/Facebook

Wow, wisata baru di Kabupaten Gresik ini makin unik saja. Naik kapal pesiar bertiket sampah? Di sini Anda bisa mengalaminya.

Wisata Randuboto Year 2018 dengan tagline ‘save our Bengawan Solo’ yang berada di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik ini meminta para pengunjungnya membayar sampah dengan imbalan berkeliling di sungai terpanjang di Pulau Jawa naik kapal pesiar.

Andi Sulandra, Kepala Desa (Kades) Randuboto menuturkan dalam beritajatim.com, wisata yang digagas ini pertama kalinya diperkenalkan ke warga., dengan tujuan mengajak masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungan. Khususnya, di bantaran Sungai Bengawan Solo sekaligus dijadikan obyek wisata baru.

‘Save Our Bengawan Solo’

“Karena tagline-nya save our Bengawan Solo. Warga yang menikmati obyek wisata dengan kapal pesiar hanya cukup dengan membayar sampah. Untuk hari selanjutnya per orang kami kenakan tarif Rp 10 ribu plus ada TV guide yang menjelaskan bagaimana menjaga kebersihan di sungai,” ujarnya.

Foto: Kompas.com

Kapal pesiar digunakan dalam wisata ini, menurut Andi karena dipakai sebagai media kampanye guna menjelaskan bagaimana menjaga kebersihan Sungai Bengawan Solo.

“Ini sesuatu yang kreatif yang digagas juga oleh warga Desa Randuboto. Sebab, selama ini Sungai Bengawan Solo belum dijadikan obyek wisata. Ditambah view-nya cukup bagus seperti di Eropa yang menjadikan wisata sungai sebagai prioritasnya,” paparnya.

Menurut Jazilul Fawaid, salah satu pengunjung yang juga anggota DPR RI dari Dapil Gresik-Lamongan,  dirinya sangat mendukung sekali adanya desa wisata untuk mendongkrak perekonomian daerahnya.

Kalau bisa, menurut Jazilul, wisata Sungai Bengawan Solo di Desa Randuboto di-connectingkan dengan wisata di daerah lainnya.

Sebab, kalau sudah terkoneksi wisatawan berkunjung tidak hanya menikmati aliran sungai saja. Tapi, juga bisa menikmati kulinernya maupun wisata lainya. Sehingga, bisa mengangkat perekonomian warga.

LEAVE A REPLY