Nasi Oseng So’on Bu Roso, Legendanya Oseng Jogja yang Bersahaja

0
530
Sepiring paket Oseng So'on dengan sambal pedasnya.

Nasi Oseng So’on Bu Roso yang membuka lapak tendanya di seputar Jalan Brigjen Katamso, Prawirodirjan, Gondomanan, Jogja, memang sudah melegeda di kalangan masyarakat luas. Kuliner yang satu ini merupakan kuliner pinggir jalan yang sederhana dengan warung tendanya yang tidak terlalu luas, namun rasanya telah dikenal luas melegenda.

Travel Today Indonesia, mampir untuk menikmati sepiring Oseng So’onnya yang memang cocok dan nikmat bagi kalangan masyarakat pinggiran dan menengah kebawah Jogja. Harganya yang murah nan sederhana ini, memang telah membius berbagai kalangan untuk menikmati kuliner rakyat Jogja. Namun, tak hanya masyarakat sederhana saja yang menikmati, bahkan berbagai kalangan atas dan artis pun pernah mencicipinya.

Suasana di warung tendanya yang senantiasa penuh.

Laris nan Bersahaja

Nasi Oseng So’on Bu Roso buka setiap pukul 16.00 dengan membuka warung tenda sederhana di trotoar seputar Jalan Brigjen Katamso Jogja ini. Biasanya, setiap buka pukul 16.00 ini, sudah dibanjiri pelanggan dan masyarakat umum yang ingin mencicipi kelezatan Nasi Oseng So’onnya yang dipadu dengan sambal pedas nan lezat. Bahkan, jika Anda terlambat atau kemalaman untuk mencicipinya, Nasi Oseng So’on Bu Roso sudah habis. Biasanya sekitar pukul 18.00, Nasi Oseng So’on Bu Roso sudah terjual habis.

Uniknya, Bu Suroso sebagai penjual tidak pernah menambah porsi atau kuota penjualan, padahal permintaan setiap harinya terus bertambah. Hal itu memang disengaja, karena sepasang suami isteri keluarga Bu Suroso ini senantiasa mensyukuri apa yang telah didapat untuk hari ini. Bagi mereka penjualan itu sudah cukup untuk hari ini saja. Bahkan, dengan terus ramainya pengunjungpun, tak meniadakan prinsipnya yang tetap menjual Nasi Oseng So’onnya di tenda sederhana pinggir jalan ini.

Warungnya yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Jogja.

Padahal, Nasi Oseng So’on Bu Roso sudah dirintis sejak tahun 1980an di Jogja ini. Hingga kinipun mereka tetap berprinsip menjual Nasi Oseng So’on dengan warung tenda sederhana dan porsi hariannya pun tak pernah ditambah. Bagi mereka, apa yang sudah terjual hari ini cukup untuk hari ini saja. Sebuah prinsip yang jarang ada di bisnis kuliner manapun, padahal permintaan sudah banyak dan pelanggan semakin meningkat. Memang itulah Jogja.

LEAVE A REPLY