Nasi Ayam Semarang yang Memikat Selera

0
733
Sajian Nasi Ayam Semarang yang sungguh memikat selera. (foto: indoautoblog.files.wordpress.com)

Nasi Ayam Semarang, bisa Anda dapatkan di jam-jam sarapan pagi, lalu mulai malam bahkan sampai tengah malam, ada Nasi Ayam tersaji, meski tak di tempat yang sama. Di waktu siang yang jarang bisa didapatkan Nasi Ayam Semarang ini.

Nasi Ayam Semarang hampir seperti Nasi Liwet, di Solo. Perbedaan keduanya terletak pada kuah dan telur yang digunakan. Nasi Liwet Solo menggunakan areh putih yang kental dan telur rebus, sedangkan Nasi Ayam Semarang menggunakan kuah opor dan telur bacem.

Lengkapnya Nasi Ayam disajikan dengan ‘ubo rampe’ alias pelengkap yang cukup banyak. Diawali nasi gurih yang diletakkan di atas alas pincuk daun pisang, lalu disiram sayur jipang gurih manis, tahu opor, ditambah sayur krecek yang sedikit pedas. Lalu masih ditambah telur rebus bumbu manis atau bacem dan suwiran ayam.

“Ubo rampe’ Nasi Ayam Semarang yang komplit dan bergizi. (foto: vibizmedia.com)

Setelahnya diguyur semacam areh, kuah opor kuning yang kental, dan dibeli sedikit sambal. Tambahan lauk juga disediakan, seperti aneka sate, potongan daging ayam yang dimasak opor, termasuk juga jeroan.  Pelengkap paling akhir adalah kerupuk terung, yang terkadang membebaskan pembeli untuk mengambilnya.

Penjual Nasi Ayam menyajikan dagangannya di warung-warung tenda sederhana, atau di atas trotoar di pusat kota. Ada yang lesehan  namun ada juga disediakan kursi-kursi plastik dan meja.

Menurut Indonesiakaya.com, Nasi Ayam awalnya diciptakan perempuan bernama Satinem, penjual nasi ayam keliling pada 1960-an. Hidangan ini juga dikenal dengan nama ‘Nasi Ayam Karang Koja’, berasal dari tempat lahirnya, yakni Kampung Karang Koja. Nasi Ayam ciptaan Satinem ini mulai naik daun pada tahun 1992, saat ia mendapat tempat berdagang di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Semarang.

Ramainya penggemar kuliner Nasi Ayam Semarang ini. (foto: senengbangetmakan.files.wordpress.com)

Nasi Ayam sangat digemari oleh masyarakat karena harganya yang murah dan rasanya yang lezat. Dalam kuliner.panduanwisata.id, Anda bisa menemui banyak penjaja nasi ayam di Semarang, namun jika Anda ingin merasakan nasi ayam asli ciptaan Ibu Satinem, Anda bisa mendatangi warungnya yang berada di Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Semarang, tepatnya di depan RS Telogorejo di kawasan Simpang Lima Semarang. Warung ini dikelola oleh Rumanto yang merupakan menantu Ibu Satinem, dan resep yang digunakan merupakan resep asli dari Ibu Satinem.

Nah, jika Anda sedang singgah ke Semarang, cobalah Nasi Ayam Khas Semarang. Selain Tahu Gimbal, Bandeng Presto, Loempia, Tahu Pong Semarang, Mie Kopyok, Pisang Plenet dan berbagai kuliner lezat Semarangan lainnya.

LEAVE A REPLY