Museum Tinju Indonesia Akan Hadir di Purwakarta

0
577
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Chris John berpose layaknya dua petinju yang akan bertarung usai pertemuan keduanya di Kantor Bupati Purwakarta, Senin (3/4) lalu. Mereka memiliki visi memajukan olahraga melalui sport tourism. (foto: Travel Today)

Kabar gembira bagi para pecinta olahraga tinju datang dari Purwakarta. Museum Tinju Indonesia akan hadir di kota tersebut.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyampaikan rencana tersebut setelah mengadakan pertemuan dengan mantan Juara Dunia Tinju Chris John di Kantor Bupati Purwakarta, Senin (3/4) lalu. Rencana pembangunan museum didasari keinginan untuk membangkitkan lagi dunia olahraga tinju dan menghargai para petinju yang telah menjadi juara dunia dan membanggakan Indonesia.

Chris John banyak bercerita tentang kegiatannya selama ini. Ternyata sejak mundur dari ring tinju, Chris John tetap aktif di dalamnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan pertandingan olahraga tinju yang bertajuk “Chris John Mencari Juara” bekerjasama dengan KompasTV.

Setelah itu Chris John mendirikan Chris John Foundation yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial. Keinginan besar yayasan tersebut adalah mendirikan Museum Tinju Indonesia dan Chris John Boxing Academy.

Keinginan tadi disampaikan langsung oleh Chris John yang didampingi para pengurus Chris John Foundation kepada Bupati Purwakarta. Ternyata Dedi Mulyadi menyambut dengan sangat antusias dan cepat.

Dedi malah langsung menunjuk team dari pemerintahan Kabupaten Purwakarta untuk segera merealisasikan museum dan sasana tinju ini. Karena menurut Dedi, hal ini sejalan dengan visi yang dimilikinya untuk menjadikan olahraga sebagai seni dan juga destinasi wisata yang bisa dinikmati oleh semua orang.

Jika jadi didirikan di Purwakarta, maka Museum Tinju Indonesia dan sasana tinju Chris John ini merupakan pusat olahraga tinju terbesar dan pertama di Indonesia.

Menurut Chris John, rencananya di dalam museum akan terdiri dari banyak ruangan yang menggambarkan sejarah tinju Indonesia dan dunia. Mulai dari diorama dan foto-foto yang menggambarkan perkembangan dunia tinju Indonesia, ruang audio dimana pengunjung akan bisa menikmati pertandingan-pertandingan zaman dulu ketika petinju Indonesia mengalahkan lawan-lawannya untuk menjadi juara dunia.

Ruang video pun akan menjadi salah satu bagian di museum ini nantinya. Di sana pengunjung bisa memilih pertandingan yang ingin mereka saksikan. Selain itu ruang piala dan sabuk juara yang telah dimiliki oleh petinju-petinju Indonesia akan bersanding dengan patung-patung lilin dari 7 Juara Dunia Tinju yang dimiliki Indonesia dari zaman Nico Thomas, Elyas Pical, M. Rahman sampai era Chris John.

Semua itu dibuat agar pengunjung dapat membaca, melihat, mendengar, menonton, dan juga berfoto bersama para juara. Sehingga bisa menjadi inspirasi agar pengunjung terutama anak-anak muda bisa meneruskan jejak mereka.

Sedangkan di Chris John Boxing Academy akan dibangun satu sasana tinju yang mempunyai fasilitas yang sangat lengkap. Di dalamnya akan terdapat ruang kelas, ruang latihan, ruang ibadah, base camp atlet, ruang makan, kamar mandi dan toilet, dan juga kantor untuk pengelola.

Disamping itu juga akan ada tempat latihan out door, jogging track, taman bermain, cafe, dan restaurant. Harapan Chris John, sasana tinju ini bukan hanya dapat dilakukan untuk mendidik calon-calon juara dunia tinju profesional Indonesia. Tapi juga bisa dijadikan tempat pemusatan latihan tinju untuk atlet tinju amatir, setiap kali Indonesia akan mengirimkan atletnya baik di event Sea Games, Asean Games, dan juga Olympiade.

Museum Tinju Indonesia dan Chris John Boxing Academy akan menjadi sport tourism yang menarik untuk dikunjungi buat pencinta olahrga dan masyarakat Indonesia. (zh)

LEAVE A REPLY