Merti Dusun, Tradisi Unik Kulon Progo yang Jadi Wisata Budaya!

0
445
Pertunjukan Reog Samudra Budaya Junior dalam bagian Merti Dusun. (Foto: poncosari.bantulkab.go.id)

Merti Dusun, tradisi Pedukuhan Tritisn yang akan terus dipertahankan meski kini Tritis makin berkembang karena menjadi salah satu destinasi wisata. Tradisi ini amat unik dan jadi wisata budaya di Kulon Progo.

Dilansir dari Kompas.com, ratusan orang memenuhi kaki Puncak Widosari di Pedukuhan Tritis, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Puncak Widosari merupakan destinasi Kulon Progo untuk wisata panorama dari ketinggian di Bukit Menoreh.

Semua orang itu warga Tritis, berdandan. Mereka mengenakan pakaian tradisional lengkap, melangsungkan tawasulan atau tahlilan di sana.

Terdapat gunungan berisi palawija dan nasi tumpeng di hadapan mereka. Usai memanjat doa itu, mereka memotong tumpeng dan membaginya.

Limpahan Gemah Ripah Loh Jinawi

Upacara Tayuban setelah acara kirab budaya berakhir. (Foto: poncosari.bantulkab.go.id)

“Ucapan syukur dan memohon agar dusun selalu dilimpahi gemah ripah loh jinawi,” kata Warih Trianto, Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata Argo Binangun di Ngargosari.

Menurut Warih, adat istiadat di tengah berkembangnya dusun harus dijaga. Pemerintah mengawatirkan dari generasi ke generasi tradisi ini menjadi punah, sebab tanda-tandanya tentu ada.

Tiap Nyadran maupun Merti Dusun, mereka memunculkan seluruh potensi dusun. Seperti hari ini, warga mengarak pawetu bumi (palawija dsb) mengelilingi jalanan dusun yang mengular di jalan yang berada di pinggir-pinggir tebing.

Kepala dukuh, komunitas-komunitas pemuda dukuh, ibu-ibu PKK, sampai para pesilat kampung mengarak gunungan dan tumpeng itu sambil diiringi tetabuhan kendang, gamelan, rebana, suling, juga gong.

Suara itu bercampur pula dengan gemerincing giring-giging di sepatu para penari dari kelompok seni Topeng Ireng, kesenian tradisional Tritis. Suara tetabuh itu sampai menggema di lembah bukit.

Nyadran dan Merti Dusun, Tarik Wisatawan

Kirab budaya Merti Dusun Ngentak. (Foto: poncosari.bantulkab.go.id)

Warih mengatakan, ribuan orang tiap bulan mampir ke dua destinasi ini. Obyek Pariwisata Sebagaimana orang Jawa pada umumnya, warga Tritis juga masih memegang erat adat istiadat sampai sekarang.

Ia mencontohkan, warga menggelar nyadran tiap sya’ban dan rutin membersihkan mata air dan sungai di dusun karena menganggap sebagai sumber penghidupan warga.

Karenanya, setiap setahun sekali berlangsung Nyadran dan Merti Dusun. Tradisi ini diyakini menguatkan keistimewaan Tritis sebagai tujuan wisatawan, bukan hanya ada destinasi semata.

Itulah mengapa setiap tahun warga mempertahankan tradisi Nyadran dan Merti Dusun ini. Selain sebagai mempertahankan tradisi, juga turut mendukung wisata andalan dan potensi lain yang ada di Tritis.

“Apalagi wisata makin membuat anak-anak muda dusun di karang taruna semakin aktif terlibat,” kata Warih.

Tritis merupakan satu dari 11 pedukuhan di Ngargosari. Dukuh ini berada di ketinggian 900 meter dari permukaan laut. Tritis naik daun dengan wisata panorama Puncak Widosari dan perkebunan teh

LEAVE A REPLY