Menyusuri 7 Kuliner Jalanan Bandung yang Membuat Anda “Hebring”

0
95
Salah satu sudut jajanan jalanan di kawasan Jalan Cikapundung Bandung (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Kota Bandung memang menjadi Pesona Sunda yang menghadirkan berbagai macam kulinernya yang beragam dan menarik, dari resto kelas “wahid” hingga kuliner jalanan (Street Food) yang akan membuat Anda “hebring euy” merasakan nuansanya yang unik. Kuliner jalanan ini tentu membuat Kota Bandung semakin semarak dan menarik bagi surga kuliner Jawa Barat ini.

Travel Today Indonesia mengumpulkan dan menelusuri 7 kuliner jalanan (Street Food) yang patut Anda coba ketika Anda mengunjungi Kota Bandung ini. 7 Kuliner Jalanan ini ada yang mudah Anda temukan, namun juga ada yang hanya terpusat di kawasan tertentu.

1. Sekoteng Jahe

Sekoteng Bandung yang segar dan hangat dengan adonan susu dan jahenya (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Minuman khas Sunda, Sekoteng Jahe, dapat Anda temukan di kawasan yang sudah dikenal sebagai pusatnya kuliner, yaitu kawasan Jalan Cibadak, Astanaanyar, Bandung. Di kawasan ini Anda dapat mencicipi berbagai kuliner jalanan termasuk Sekoteng Jahe yang hangat menyegarkan ini.

Sekoteng Jahe Bandung merupakan minuman dengan adonan yang begitu lengkap, yaitu minuman yang terdiri dari taburan roti tawar, bubur mutiara, dengan campuran kuah jahe dan taburan kacang sangan dan susu. Orang sering mengkaitkan kemiripannya dengan minuman bajigur dan ronde.

Sekoteng Jahe Kawasan Jalan Cibadak memang sudah dikenal lama. Letaknya yang berada di kawasan Cibadak membuat kuliner ini menjadi favorit para pengunjung. Sekoteng Jahe juga dapat Anda temukan di kawasan Jalan Alkateri dan Jalan Cikapundung Bandung.

2. Tahu Gejrot

Tahu Gejrot di depan Kantor PLN, Jalan Cikapundung Bandung (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Tahu Gejrot merupakan kuliner jalanan yang khas dikenal berasal dari Cirebon. Namun, walaupun berasal dari Cirebon, makanan ini menjadi favorit sebagai kuliner jalanan yang dapat Anda temukan di berbagai sudut Kota Bandung. Rasanya yang gurih, pedas dan enak, membuat kuliner jalanan satu ini pantas Anda coba, apalagi sambil menikmati malam Kota Bandung.

Salah satu yang dikenal enak adalah Tahu Gejrot yang ada di sekitar Jalan Asia Afrika dan Jalan Cikapundung. Anda dapat mencicipi jajanan jalanan ini sambil nongkrong di seputar jalan tersebut sambil menikmati suasana malam. Harganya pun terbilang terjangkau, yaitu seporsinya Rp10.000.

Salah satu yang pantas Anda coba, adalah yang mangkal di samping gedung Kantor PLN, Jalan Cikapundung Bandung. Ia sudah mangkal lama di seputar kawasan tersebut. Setiap malam, lapak kaki lima ini senantiasa dikunjungi banyak kawula muda yang nongkrong sambil duduk di bangku yang ada di kawasan Jalan Cikapundung.

3. Warung Barokah

Warung Barokah yang bertebaran di sudut Kota Bandung (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Warung Barokah juga termasuk kuliner jalanan model kaki lima yang cukup favorit dan dikenal di sudut-sudut Kota Bandung. Warung ini menjajakan kuliner makan Sunda yang nikmat dengan sambal dan lalapannya.

Warung ini ada di berbagai sudut Kota Bandung. Biasanya, warung ini membuka lapaknya ada yang sejak siang, namun juga ada yang mulai sore hingga dini hari. Sajiannya yang khas kuliner Sunda, membuatnya banyak dikunjungi oleh banyak orang selain Ampera yang sudah terkenal itu.

Makanan yang disediakan di sini sepertinya memang diperuntukkan bagi kelas menengah ke bawah daripada Ampera yang sudah sekelas resto. Maka, jika Anda ke Bandung, jangan lupa mampirlah dan cicipi selera masakan Indonesia, yang menawarkan sajian sambal plus lalapan dengan ikan asin, pete goreng, sayur asem, semur jengkol, sambal jengkol dengan macam ragam sajian ayam, ikan, dan daging gepuk berbumbu rempah.

4. Nasi Campur

Nasi Campur kuliner babi di Jalan Cibadak Bandung (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Makanan yang satu ini merupakan kuliner khas Tionghoa yang menyajikan makanan berbahan daging babi. Tentu, kuliner yang satu ini bukanlah kuliner halal, karena menyajikan berbagai macam olahan daging babi, yaitu dari suwiran daging babi panggang, goreng, ayam, samcam dan telur kecap.

Salah satu yang terkenal di Bandung adalah Nasi Campur 88 yang berada di kawasan pusat kuliner Jalan Cibadak. Kuliner ini memang sudah terkenal, sehingga sewaktu weekend, Anda harus antri untuk dapat menikmatinya. Bahkan, karena ramai, Anda harus mengambil nomor antriannya.

Rasanya tentu enak dengan olahan daging babi yang gurih, apalagi dengan sepirig nasi putih yang hangat. Harga seporsi nasi campur memang terbilang diatas rata-rata sepiring makanan umumnya, yaitu Rp50.000. Namun, tentu bagi kelezatan rasanya, Anda tak akan melewatkannya.

5. Cireng Aneh

Cireng aneh di kawasan Jalan Cibadak (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Cireng atau singkatan dari aci goreng, merupakan makanan ringan renyah yang sudah terkenal berasal dari bumi Pasundan ini. Konon Cireng sudah terkenal sejak tahun 80-an yang akhirnya sekarang banyak dikenal di berbagai kota besar lainnya. Awalnya, pedagang cireng mempergunakan sepeda dan berkeliling ke pelosok-pelosok perkampungan perkotaan.

Namun di kawasan Jalan Cibadak terdapat Cireng Aneh, yaitu cireng yang menyajikan sensasi berbeda dengan cireng pada umumnya yang tidak hanya kanji dan tapioka. Cirengnya dibuat panjang dan kecil-kecil, namun juga ada cireng lainnya yang berisi berbagai macam jenis dari sosis, bakso hingga ayam, bahkan ada yang olahan babi.

Cireng Aneh di Jalan Cibadak ini membuka lapaknya pada pukul 17.00 hingga malam. Paket cirengnya yang bermacam ragam, membuat cireng ini sering disambangi oleh para kawula muda sambil nongkrong dan menikmati malam.

6. Bola Ubi

Bola Ubi yang enak sebagai sajian jajanan jalanan (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Bola Ubi memang merupakan jajanan jalanan murah meriah yang menarik berasal dari Bandung. Bentuknya mirip dengan tahu bulat, hanya saja bulatannya terbuat dari ubi ungu yang enak. Penganan ini memang sudah dikenal sebagai favorit kuliner jalanan di sudut Kota Bandung, sehingga di beberapa sudut Anda mudah menjumpainya.

Bahkan sekarang ini, bola ubi dikembangkan bagi generasi zaman now dengan “bola ubi kopong” yang mulai terkenal menjadi franchise atau waralaba di kota-kota besar di Jawa, terutama Semarang.

Bola ubi biasanya terbuat dari campuran ubi yang dikukus, dengan campuran tepung tapioka dan gula bubuk. Aslinya, kuliner jalanan ini disajikan polos atau “original”. Namun, seiring dengan berkembangnya sajian kuliner, Bola Ubi ini disajikan juga dengan aneka isi seperti gula merah, cokelat hingga keju.

7. Ketan Bakar Serundeng

Ketan bakar dengan adonan serundeng dan sambal oncom khas Bandung (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Ketan Bakar merupakan ketan yang didalamnya berisi serundeng dan sambal oncom yang pedas. Sajiannya mirip dengan combro khas Sunda, namun dibungkus dalam ketan yang dibakar. Kuliner ini termasuk kuliner jalanan khas Bandung yang dapat Anda temui di beberapa sudut, terutama di kawasan Cihampelas.

Biasanya, ketan dibakar lalu dibelah dan diberi adonan serundeng dan sambal oncom lalu dibakar dipanggangan. Biasanya satu bijinya seharga Rp4000, dengan porsi yang lumayan besar sehingga cukup mengkenyangkan.

Ketan Bakar termasuk jajanan jalanan yang unik dan lezat khas Sunda. Walaupun di beberapa tempat juga sudah semarak, namun aroma ketan bakar bercampur serundeng dan sambal oncom yang dibungkus alas daun pisang membuatnya sebuah harmoni kuliner yang mengasyikkan.