Menyambut Mentari Pagi dari Atas Balon Udara Capadocia

0
196
foto: Zahrudin Haris

Turki sudah menjadi salah satu tujuan utama wisatawan mancanegara. Ada banyak tempat wisata yang sangat menarik di Turki. Seperti Istanbul, Bursa, Uludag City, Pamukale, dan tentu saja Capadocia. Yang terakhir ini biasa ditulis juga dengan Capadokya.

Negara yang terletak di antara dua benua ini, Asia dan Eropa, memang sudah sangat terkenal keindahannya. Namun, semua wisatawan yang mengunjungi Turki sependapat, belumlah lengkap mengunjungi Turki jika belum ke Capadocia. Tempat indah ini berjarak satu jam penerbangan dari kota Istanbul.

Ada banyak pilihan wisata yang sangat menarik di sini. Ngarai-ngarainya yang unik dan menakjubkan. Kota-kota kecil yang berada di atas perbukitan yang saat ini sudah tidak ditempati dan menjadi daftar kunjungan wajib wisatawan. Kota bawah tanah atau underground city yang dalamnya puluhan bahkan ratusan meter dengan lorong-lorong yang sempit serta banyak ruangan tempat berlindung orang zaman dulu. Danau yang indah. Dan yang terakhir tentu saja yang menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Capadocia adalah naik balon udara.

Menyapa matahari di langit

Kesempatan ini tidak saya lewatkan ketika kunjungan saya ke Capadocia tahun lalu. Dengan membayar 85 €. Saya dijemput di hotel pukul 3 pagi. Kemudian berkumpul di lokasi bersama wisatawan lain pukul 4 pagi.

Ketika kami tiba, hari masih gelap. Petugas balon udara sedang memompa gas yang diarahkan ke balon agar balon mengembang. Satu balon berisi 14 orang. Termasuk satu orang operatornya.

Setelah balon mengembang kami naik satu-satu. Saya mengikuti saran teman di hotel supaya naik paling pertama atau terakhir. Tujuannya, agar dapat sudut yang lega dan lebih luas pemandangannya.

foto: Zahrudin Haris

Fajar mulai menyingsing. Perlahan balon yang kami naiki mengudara. Suara gas dengan api yang berwarna biru terus menyembur ke titik tengah balon menyebabkan balon terbang makin tinggi.

Ada rasa takut dan juga senang ketika saya melihat ke bawah. Daratan terlihat makin jauh. Saya pun segera mengalihkan pandangan. Di sudut lain matahari mulai menyapa kami. Memperlihatkan warna jingga yang memancar ke segala arah. Sungguh indah.

Saya sudah pernah menikmati sunrise di puncak gunung, menunggu sunrise di tepi pantai ataupun di padang gurun. Namun pemandangan dari atas balon udara ini sungguh sangat berbeda.

Saya perhatikan ada ratusan balon udara beterbangan. Warnanya yang indah menghiasi langit udara Capadocia. Operator kami sangat cekatan membawa kami terbang tinggi, kemudian menurunkannya kembali.

Kami diajak berputar-putar di udara. Rumah-rumah tampak kecil dan berjejer rapi di bawah sana. Jalan aspal yang berkelok-kelok tampak seperti lukisan. Alam Capadocia yang indah benar-benar memukau mata.

Kemudian kami diajak berkeliling menyusuri ngarai-ngarai dengan tebing-tebing yang terjal dan indah. Hijaunya hutan serta jernihnya aliran sungai di bawah sana benar-benar menyegarkan mata kami. Kami saling berteriak dan bertukar sapa setiap kali berpapasan dengan balon udara lain.

Lalu, kami dibawa terbang kembali di atas bukit-bukit yang menguning. Semua wisatawan sibuk mengabadikan momen yang indah ini.

foto: Zahrudin Haris

Tak terlupakan

Setelah 40 menit berlalu, kami mulai turun menuju titik pemberhentian terakhir. Kami melihat di kejauhan bus yang menjemput kami tadi berjalan mendekati tempat pendaratan. Agak deg-degan juga ketika operator menyuruh kami menunduk setengah jongkok dan berpegangan dengan erat.

Tak lama kami mendarat dengan mulus. Lega dan bahagia rasanya. Kami turun satu per satu.

Di depan kami sudah ada meja dengan susunan gelas berbentuk hati yang diisi sampanye. Kemudian kami berkumpul, petugas membagikan gelas sampanye seraya mengucapkan terima kasih. Tour balon udara ini diakhiri dengan bersulang dan menikmati sampanye serta foto bersama.

Sungguh, pengalaman yang luar biasa. Sampai berjumpa lagi, Capadocia. (ZH)

LEAVE A REPLY