Menteri Pariwisata menghadiri Go Digital Wonderful Indonesia

0
117
Menpar Arief Yahya kala meghadiri Go Digital Wonderful Indonesia. (foto: Kemenpar/twitter)

Menteri Pariwisata menghadiri Go Digital Wonderful Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Le Meridien, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dengan audiens sebanyak 200 orang, acara ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya sebagai berikut:

Pertama, mendorong semakin tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata di Tanah Air, sejalan dengan target- target yang dicanangkan oleh pemerintah.

Kedua, mendorong tumbuhnya paradigm baru kepada para pelaku usaha dan stakeholder, bahwa dunia digital berbasis teknologi broadband dapat menjadi medium tanpa batas dalam memasarkan promosi pariwisata Indonesia.

Ketiga, sebagai sarana networking dan berbagi pengetahuan tentang kiat dan strategi pemasaran atau kampanye berbasis digital.

Dalam wisatajabar.com, Menpar Arief Yahya menyampaikan presentasi berjudul ‘Go Digital Wonderful Indonesia’. Dalam presentasinya, Menpar menyampaikan pesan urgensi untuk memasuki era digital.

Menurutnya, tak bisa tidak, agar tidak mati perusahaan harus go digital. Tidak hanya memberi anjuran, Menpar juga menyampaikan contoh bagaimana digitalisasi dilaksanakan di Kemenpar War Room, Promosi di Converged Media, dan Generasi Media Indonesia.

“Pertumbuhan kunjungan wisman sebesar 25,68% bisa diraih karena Kemenpar sudah Go Digital,” ujar Menpar Arief. Ia juga menjelaskan contoh perkembangan perusahaan digital Indonesia yang mampu mengalahkan incumbent.

Di tahun lalu, menurut tribunnews.com, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut siapa yang menguasai komunitas anak muda, dialah yang berpotensi “winning the future market.” Dan anak muda itu sudah masuk ke era digital lifestyle. Sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, sudah terjadi perubahan perilaku dan kebiasaan orang.

Digital sudah mengubah Customer Behavior, menuju ke mobile, personal dan interaktif.“Di pariwisata, search and share itu 70% sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service, menyuruh customers datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” ujar Menpar Arief Yahya.

“Karena itu pergunakan IT, sentuhan teknologi digital untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak mudah menjadi sangat simple. Kalau tidak menggunakan digital, kita sama-sama strees. Digital membuat kita tidak strees,” Menpar Arief melanjutkan.

Karena itu, menurut Menpar Arief Yahya, no return point, tidak ada pilihan lain, kecuali: Go Digital!

 

Sumber: Kementerian Pariwisata

 

LEAVE A REPLY