Menjenguk Pulau Liki, Salah Satu Pulau Terluar di Papua yang Penuh Pesona

0
825
Pulau Liki, Kabupaten Sarmi, Papua. Pulau ini memiliki potensi laut luar biasa dan masyarakatnya juga memiliki kearifan lokal untuk menjaga kelestarian sumber daya lautnya. (Foto: Christopel Paino/mongabay.co.id)

Papua tak pernah kehilangan pesona. Bahkan, banyak orang bilang jika Papua adalah sebuah surga yang diciptakan Tuhan di dunia. Salah satu yang perlu ditengok adalah Pulau Liki.

Di wilayah paling timur Indonesia tersebut berbagai kekayaan alam bisa dilihat, dirasakan, dan dinikmati. Salah satu tujuan traveler ke Papua adalah demi wisata bahari. Hampir seluruh penjuru bahari Papua memiliki keindahannya tersendiri, termasuk Pulau Liki.

Nama salah satu dari enam pulau terluar di Provinsi Papua ini tak setenar Raja Ampat. Setidaknya sampai sejauh ini. Namun, pulau yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Sarmi sangat disarankan untuk masuk dalam daftar senarai liburan Anda.

Menurut laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, kkp.go.id, pulau tersebut merupakan bagian dari Kepulauan Kumamba. Selain Pulau Liki, di kepulauan tersebut terdapat Pulau Kosong dan Pulau Armo.

Pulau Liki merupakan pulau berpenghuni yang merupakan hak ulayat dari marga Weirau, Esries, Morsau, Kimam, dan Theno. Suku Sobey merupakan penghuni pulau ini, salah satu dari lima suku utama di Kabupaten Sarmi.

Surfing, diving, snorkeling? Bisa

Menurut situs harianpapua.com, gelombang ombak di perairan Pulau Liki cocok untuk surfing atau selancar. Ini karena didukung garis pantai dengan pasir putih yang halus.

Terumbu karang di sana pun terjaga kelestariannya. Tentunya, wisata bawah laut seperti snorkeling dan diving sangat sesuai.

Atraksi lumba-lumba yang dapat dilihat langsung di Pulau Liki. (foto: Christopel Paino/mongabay.co.id)

Selain keindahan bawah lautnya, Pulau Liki yang langsung mengarah ke Samudera Pasifik memiliki spot bermain ikan lumba-lumba. Ikan-ikan ini dapat dilihat secara jelas meski hanya dari bibir pantai karena lokasi bermainnya seringkali mendekat ke pantai.

Nah, buat mereka yang menyukai pantai, biasanya juga menanti suasana senja ketika matahari perlahan tenggelam. Percayalah, senja di Pulau Liki punya daya pikatnya tersendiri.

Bagaimana menuju ke sana?

Menuju ke Pulau Liki tentu sebuah tantangan tersendiri bagi para traveler. Jika Anda berangkat dari Jayapura, sekitar delapan jam perjalanan harus ditempuh menuju Sarmi.  lalu, lanjutkanlah perjalanan menggunakan speed boat.

Biaya sewa speed boat berkisar Rp1 juta hingga Rp 1,5 juta. Mahal? Tentu saja jika Anda pergi seorang diri ke sana.  Maka, rencanakanlah liburan secara kolektif sekitar lima sampai enam orang. Akan lebih hemat, bukan?

Ikan asin tenggiri yang menjadi ciri khas produk olahan masyarakat di Pulau Liki. (Foto: Christopel Paino/mongabay.co.id)

Masih menurut harianpapua.com, dalam memenuhi kebutuhan hidup, masyarakat Liki hanya sebatas menjual hasil kebun. Anda akan menemui pinang, sayur-mayur, dan juga buah-buahan. Mereka menjual ke pasar dekat pantai. Pasar yang hanya buka pagi hingga menjelang siang.

Sedangkan untuk tangkapan ikan mereka dapat langsung membawanya menggunakan speed boat ke Sarmi Kota. Jangan heran, hampir semua penduduk Pulau Liki adalah nelayan.

Bagi para traveler sejati, sekelumit informasi ini hanyalah sekadar pintu untuk menguak lebih lanjut potensi yang ada di sana. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda bisa menjadi bagian dari kemajuan masyarakat setempat.

“Potensi besar dari jasa kelautan ini harus digenjot secara professional agar wilayah perairan di Pulau Liki dan Sarmi yang memiliki daya tarik tersendiri tidak hanya  menarik wisatawan. Namun juga, bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Rahman Dako, konsultan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pulau-pulau terluar, dikutip dari mongabay.co.id. (*)

LEAVE A REPLY