Menengok Eksotisme Budaya Rumah Betang Lunsa Hilir Kalbar

0
373
Rumah Betang sebagai cagar budaya yang terus dilestarikan bagi masyarakat Dayak.

Rumah Betang Lunsa Hilir yang tepatnya berada di di dusun Danum Dara, desa Orang Lunsa, Kecamatan Putussibau Selatan, Kalbar, merupakan salah satu situs hidup berupa arsitektural dan kekayaan budaya yang masih berfungsi hingga kini. Rumah Betang Lunsa Hilir ini sudah berdiri sejak tahun 1942. Travel Today Indonesia mencoba menengok keunikan dan kemenarikan Rumah Betang Lunsa Hilir ini.

Rumah Betang Lunsa Hilir ini merupakan salah satu dari beberapa Rumah Betang yang masuk dalam daftar cagar budaya pemerintah Kalbar. Rumah Betang ini memiliki luas bangunan sekitar 1.900an meter, dengan luas keseluruhan hingga mencapai lebih dari 18.000 meter. Adapun bilik yang berada di Rumah Betang ini mencapai sekitar 30 bilik yang didiami oleh sekitar 30 hingga 40 Kepala Keluarga masyarakat suku Dayak Taman.

Rumah Betang dalam Gerusan Modernitas

Rumah Betang Lunsa Hilir ini sudah pernah mengalami beberapa kali renovasi. Biasanya renovasi mendapat bantuan juga dari pemerintah, karena Rumah Betang ini merupakan  cagar budaya. Awalnya beranda depan Rumah Betang Lunsa Hilir ini menghadap ke Sungai Kapuas, namun karena untuk kepentingan cagar budaya dan wisata diubah menghadap ke jalan raya.

Teras di Rumah Betang yang luas dan panjang dengan pliar-pilarnya yang khas.

Tentu di era dewasa ini, sudah banyak terjadi perubahan kehidupan berbudaya di Rumah Betang ini. Saat ini sudah ada banyak para pasangan keluarga muda yang lebih nyaman tinggal dengan kontrak atau bangun rumah di luar Rumah Betang keluarga awal mereka. Hal itu karena mereka merasa lebih nyaman atas privasi dan kehidupan sosial yang tak dipusingkan lagi dengan urusan komunal. Biasanya mereka yang lebih memilih tinggal di luar Rumah Betang adalah keluarga muda yang mendapat pasangannya di luar Suku Dayak.

Situs Budaya yang Terus Dijaga Kelestariannya

Perubahan ini, tentu tidak serta merta menggerus budaya komunal Rumah Betang yang sudah mereka pernah hidupi semasa kecil hingga muda. Mereka tetap saja ikut jika ada acara adat di Rumah Betang ini. Rumah Betang ini tetap menjadi identitas budaya mereka, hanya bagi para pasangan keluarga muda modern, mereka lebih memilih tinggal di luar karena alasan kemandirian.

Rumah Betang dari sudut bawah dengan tiang dari kayu besi yang kokoh.

Saat inipun, masih saja ada berbagai acara adat yang diselenggarakan di teras Rumah Betang. Biasanya para keluarga berkumpul bersama di teras Rumah Betang ini untuk beberapa acara pertemuan. Rumah Betang Lunsa Hilir ini mempuyai eksotisme keindahan terasnya dengan ornamen khas Dayak dan bentuknya yang cukup lebar untuk berkumpul dan saling bercengkerama. Melihatnya, seakan mengingatkan akan budaya guyub dan komunal yang masih ada di dalam setiap tradisi tua budaya Nusantara ini.

LEAVE A REPLY