Menelisik Waruga, Kuburan Tua Tinggalan Zaman Megalitik Ada di Minahasa

0
721
Waruga yang menyimpan sejarah Zaman Megalitikum. (Foto: cagarbudaya.kemdikbud.go.id)

Traveler, pernahkah Anda  berniat wisata ke kuburan tua? Anda bisa ke Minahasa Utara, tempat kuburan tua peninggalan zaman megalitik. Situs Waruga Sawangan nama keramat itu. Ya, menelisik Waruga, tentunya akan sangat menarik.

Waruga berasal dari bahasa Tombulu, yakni dari suku kata Wale Maruga yang memiliki arti rumah dari badan yang akan kering. Arti lainnya yakni Wale Waru atau kubur dari Domato atau sejenis tanah lilin.

Terletak di Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Waruga lumayan sulit dijangkau. Agak tersembunyi, di belakang perumahan dan lahan penduduk.

Waruga dalam Wikipedia merupakan kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu, terdiri dari dua bagian. Bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah, dan bagian bawah berbentuk kotak dimana bagian tengahnya ada ruang.

Sudut lain Waruga. (Foto: sitaro.files.wordpress.com)

Menurut Indonesia Kaya, Waruga di Minahasa diperkirakan berkembang pada sekitar awal abad ke-13 sebelum Masehi dan terus berkembang hingga awal abad ke-20 Masehi. Pertama kali muncul di daerah Bukit Kelewer, Treman, dan Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara.

Pada zaman pra-sejarah masyarakat Minahasa masih percaya jika roh leluhur memiliki kekuatan magis. Untuk itu, kuburan dibuat secara khusus dengan seindah mungkin.

Uniknya, Waruga tidak dibuat oleh kerabat atau keluarga dari orang yang meninggal akan tetapi dibuat sendiri oleh orang yang akan meninggal.

Jadi, ketika orang itu akan meninggal maka dengan sendirinya akan memasuki Waruga yang dibuatnya itu setelah diberi bekal kubur lengkap.

Suatu hari bila itu dilakukan dengan sepenuhnya akan mendatangkan kebaikan bagi keluarga yang ditinggalkan. Wow, mengagumkan ya?

Sejumlah wisatawan di Waruga yang nampak sama tinggi. (Foto: history-pacification.blogspot.co.id)

Waruga terdiri dari tiga kelompok. Kelompok pertama, Waruga berukuran kecil dengan ketinggian antara 0-100 cm sebanyak 10 buah.

Kedua, Waruga berukuran sedang dengan ketinggian antara 101-150 cm sebanyak 52 buah. Ketiga, Waruga berukuran besar dengan ketinggian antara 151-250 cm sebanyak 81 buah.

Ada motif-motif berbeda pada permukaan waruga itu yang masing-masing motif memiliki nilai dan arti tertentu.

Waruga bernilai tinggi bagi warga Minahasa Utara. Benda itu adalah tempat penitipan jiwa sementara para leluhur Minahasa. Dalam konsep kosmologi Kristen, waruga tak ubahnya kuburan.

LEAVE A REPLY