Melongok Eksotisme Kawah Ijen

0
1509
Sunrise di Kawah Ijen Banyuwangi. (foto: colouringindonesia.com)

Wisata vulkanologi di Indonesia memang terbilang menarik dan teramat kaya. Ada banyak destinasi dengan pesona bentang alam gunung api yang menawan. Salah satunya adalah Kawah Ijen di Jawa Timur.

Dalam laman wikipedia, Kawah Ijen merupakan danau kawah yang bersifat asam berada di puncak Gunung Ijen. Ketinggian Kawah Ijen terletak 2.443 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman mencapai 200 meter serta luas kawah mencapai 5.466 hektare. Danau Kawah Ijen dikenal sebagai danau air yang sangat asam terbesar di dunia.

Fenomena ‘blue fire’ di Kawah Ijen. (foto: piknikasik.com)

Menariknya, Kawah Ijen yang terletak di wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini menampilkan pesonanya yang sangat kaya dan unik. Jika Anda mengunjunginya pada setiap dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, Anda dapat menyaksikan fenomena blue fire atau api biru. Bahkan, fenomena api biru itu hanya ada di dua tempat di dunia yaitu Islandia dan Ijen saja.

Sebenarnya nama “Ijen” mulai dikenal sejak kedatangan dua turis asal Perancis, Nicolas Hulot dan istrinya Katia Kraft pada tahun 1971. Mereka pernah menuliskan kisah pesona Kawah Ijen beserta gambaran kerasnya kehidupan para penambaang bongkahan belerang.

Kupasan itu, diabadikan dalam majalah Geo, Prancis. Maka, setelah itu, Kawah Ijen, menjadi daya tarik bagi para wisatawan dan fotografer dunia. Menariknya, dari Kawah Ijen ini, kita dapat melihat pemandangan gunung lain yang tampak menjulang menghiasi, yaitu di antaranya adalah puncak Gunung Merapi yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, dan Gunung Rante.

Pekerja tambang di Kawah Ijen, paduan kenyataan hidup dan keindahan pemandangan di sana. (foto: www.hargatiketwisata.xyz)

Dalam laman twisata.com, sudah ada banyak wisatawan yang telah mengunjungi tempat ini merasakan keelokan dan eksotisme Kawah Ijen. Di samping keindahan kawahnya, Anda juga dapat menyaksikan kehidupan para penambang yang membawa beban belerang yang sangat berat.

Penambang tersebut masih menggunakan cara tradisional. Lelehan belerang disalurkan melalui pipa yang berasal dari sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas inilah yang dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna kemerah-merahan. Belerang tersebut akan membeku berwarna kuning. Bekuan inilah yang akan diambil oleh pekerja tambang.

LEAVE A REPLY