Mau Tahu Bedanya Wisata Kuliner Dengan Wisata Gastronomi?

0
410
Jamuan pesta kerajaan Manchu-Han di Tao Heung Museum of Food Culture, Hong Kong—contoh budaya makanan yang menjadi subjek gastronomi. (Foto: id.wikipedia.org)

Traveler, wisata kuliner tentu lazim Anda dengar. Ajang menjajal kuliner khas setempat ini mestinya sangat biasa dan banyak di antara Anda yang hobi melakukannya. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah wisata gastronomi?

Nah, wisata gastronomi ini, lebih dalam daripada itu. Menurut Hall dan Shraples (2003) sebagaimana yang dirangkum oleh Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), wisata gastronomi adalah sebuah perjalanan yang berhubungan dengan makanan ke suatu daerah dengan tujuan rekreasi.

Wisata gastronomi memang terdengar asing di Indonesia. Istilah wisata gastronomi memang lebih bergaung di luar negeri dibanding dalam negeri.

Menurut Kompas Travel, ini termasuk berkunjung ke penghasil makanan utama dan kedua, acara festival makanan, pasar petani, acara memasak dan demonstrasi, serta mencicipi produk makanan berkualitas dan aktivitas pariwisata yang berhubungan dengan makanan.

Bisa juga dikatakan, wisata makanan tersebut memberi pengalaman, hasil dari proses belajar budaya yang berbeda.

Kuliner bukan lagi sebagai sesuatu yang dikonsumsi melainkan menjadi sifat atau atribut yang berhubungan dengan produk pariwista. Wah….

Macam Wisata Gastronomi

Dosen mata kuliah Gastronomi Food di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Zayyini Nahdlah memberi contoh dari wisata gastronomi agar Anda dapat memahami dengan lebih mudah.

“Misal berkunjung ke sawah kemudian belajar menanam padi dan memancing ikan yang ada di kolam. Selesai dari sana, belajar memasak dengan cara orang lokal. Misal memasak di tungku dengan peralatan tradisional, dan makan bersama-sama dengan cara orang lokal. Kemudian saat makan ada chef yang menjelaskan mengenai alasan makanan yang disantap lebih sehat serta budaya makan setempat,” kata Zayyini.

Wow, seru dan menarik ya!

Orang Indonesia khususnya di daerah, , menurut Zayyini, sebenarnya telah melakukan proses terkait wisata gastronomi tersebut. Sayangnya masih banyak yang belum tersampaikan, seperti penjelasan akan filosofi makanan.

“Kita sudah punya itu, tapi belum sadar dan belum mengemas itu sebagai gastronomi. Kalau dikemas, bisa dijual dan orang paham,” katanya.

Padahal, lanjut Zayyini, wisata gastronomi sebenarnya sangat berkaitan erat dengan dunia pariwisata dan tentunya dapat mendatangkan rezeki bagi para pelaku wisata.

Ya, nampaknya perlu dipahami penjelasan penting Zayyini ini. Gastronomi tak hanya berkaitan dengan menikmati makanan saja. Apalagi orang sekarang ingin diet hidup sehat. Maka, orang Eropa mencari wisata gastronomi, bukan wisata kuliner karena mereka tahu asal usul makannya.

LEAVE A REPLY