Masjid Terapung Makassar Ini yang Pertama di Indonesia Lho!

0
558
Foto: www.zahzih.net

Masjid Amirul Mukminin ini lebih populer dengan nama Masjid Terapung, kebanggaan Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Masjid megah ini memang nampak terapung di atas Pantai Losari yang menakjubkan itu. Konon, ini adalah Masjid terapung pertama di Indonesia lho.

Masjid ini dibangun atas gagasan Walikota Makassar yang ingin memperkaya khasanah landmark Kota Makassar dan wisata religius di kota ini. Memang, masjid ini berhadapan dengan rumah jabatan Wali Kota Makassar di Jl Penghibur, Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada mulanya pada tahap rancangan masjid ini dinamai Masjid 99 Al Makazzary, lalu berubah menjadi  Masjid Amirul Mukminin. Meskipun seiring berjalannya waktu,  masyarakat lebih mengenalnya sebagai Masjid Terapung Makassar.

Tentramnya menikmati Maghrib di Masjid Terapung ini… (Foto: benyaminlakitan.com)

Bagian Bangunan Masjid

Lantai paling atas masjid adalah tempat khusus untuk para pengunjung yang ingin melaksanakan shalat sendiri yang lebih khusuk.

Lantai kedua dari masjid dipergunakan khusus untuk jemaah wanita dan lantai bawahnya untuk shalat jemaah pria.

Di lantai bawah itu juga terdapat tempat wudhu pria yang berada di sebelah kanan, sementara untuk para wanita berada di sebelah kiri masjid.

Untuk lantai teras yang berada tepat di bawah kubah banyak digunakan warga untuk melakukan kegiatan rekreasi, semisal melihat sunset di Pantai Losari

Masjid Amirul Mukminin dapat menampung sekitar 500-an Jemaah, berlantai tiga, ditopang oleh 164 tiang pancang dan mempunyai luas 1.683 meter persegi.

Masjid Romantis di Makassar

Desain arsitektur modern, dengan warna putih dan abu-abu membuat Masjid ini berkesan romantis, dengan kubah bergradasi mozaik yang lembut.

Romansa senja di Masjid Amirul Mukminin, Masjid Terapung-nya Makassar. (Foto: media.fotokita.net)

Pilar-pilar tinggi berwarna putih yang berjumlah lima buah itu seolah ajakan solat lima waktu senantiasa merangkul.

Belum lagi sunset yang indah dan menimpa masjid terapung di sore hari. Sudut pandang yang berbeda dari setiap lantai yang ditimpa cahaya matahari tenggelam, semua menghasilkan sentuhan keagungan yang sama indahnya.

Masjid ini juga amat sejuk meski tanpa AC. Usai Salat, jemaat dapat menyaksikan pemandangan melalui tangga melingkar di sisi kiri kanan.

Usai salat Ashar, wisatawan juga dapat duduk-duduk di teras, sembari menunggu dan meikmati sunset yang berkolaborasi dengan pemandangan indah Pantai Losari.

Betapa pengalaman yang menyejukkan bukan?

LEAVE A REPLY