Masjid Bata Merah di Cirebon Ini Konon Dibuat Dalam 100 Malam

0
101
Masjid unik dan menarik. Etnik China, Demank, dan Kudus berpadu. (Foto: awsimages.detik.net.id)

Ada kisah unik di balik bangunan yang unik pula yaitu Masjid Bata Merah di Cirebon. Kisah uniknya, konon Masjid yang bernama asli Masjid Nurbuat ini, dibuat hanya dalam waktu 100 malam!

Sebutan lain juga disematkan Masjid Bata Merah, yaitu Masjid Merah Kedung Menjangan. Dan memang, masjid in berlokasi di Kampung Kedung Menjangan, Keluarahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Mungkin inilah yang menyebabkan sebutannya masjid di pinggiran Kota Cirebon ini menjadi bermacam-macam. Selain lokasi juga karena bentuk dan isi material bangunannya yang merupakan tumpukan bata.

Arsitektur Unik

Masjid Bata Merah seluas  5000 m2 ini memiliki konsep arsitektur yang unik. Keunikan itu terletak pada perpaduan etnik China, Demak, dan Kudus.

Mirip dengan Masjid bangunan Merah Panjunan dan juga Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon (wow, ternyata banyak masjid unik di Cirebon ya!), warna merahnya mendominasi.

Masjid 100 malam yang menakjubkan. (Foto: bimasislam.kemenag.go.id)

Berbeda dengan lainnya, Masjid Bata Merah memiliki menara yang seperti Masjid Menara Kudus lho. Menara itu punya sembilan atap yang menjelaskan jumlah Wali Songo. Juga terdapat  puluhan memolo masjid yang juga mirip bangunan China.

Seperti dilansir bimasislam.kemenag.go.id,  di bagian dalam masjid yang menyatu dengan pengimaman (tempat Imam Shalat), berdiri kokoh menjulang ke atas atas sejumlah 17 (tujuh belas) tiang, atau “Saka”dalam istilah masyarakat Cirebon.

“Bagian dalam masjid ini sepenuhnya tanpa celah sedikitpun dicat berwarna putih. Tujuh belas tiang itu merupakan simbol dari jumlah raka’at shalat dalam sehari,” ujar Ustadz Rohim, pendiri Masjid ini yang lebih suka dipanggil ‘Kang’.

Bagian luar masjid ini memiliki sejumlah 33 (tiga puluh tiga) tiang yang berdiri kokoh dengan warna merah hingga tembok luar dari masjid ini. Jumlah tiang di bagian luar ini merupakan simbol dari jumlah wirid Tasbih, Hamdalah, dan Takbir seusai shalat rawatib, menurutnya.

Jadi kalau diamati, ya hanya ada 2 warna yang nampak pada masjid ini. Pada bagian luar peshalatan masjid ini hingga ke pelataran juga ornamen luarnya berwarna merah, dan pada bagian dalamnya yang menyatu dengan pengimaman seluruhnya putih.

Putih artinya “kesucian” yang seringkali tersemat bagi orang saleh. Merah menjelaskan “kesangaran” (atau “bandel”) yang seringkali disematkan kepada Preman.

Bisikan Gaib

Warna putih menjelaskan “kesucian” yang seringkali tersemat bagi orang saleh…. (Foto: travel.detik.com)

Masjid Bata Merah yang berdiri di atas tanah wakaf milik Keraton Kanoman itu memiliki luas tanah 5000 M2 memiliki kisah yang magis.

Syekh Abdurahman Rauf As Singqili, salah seorang sufi  dari Aceh memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan masjid ini. Semacam bisikan gaib datang di mimpi-mimpi Kang Rohim yang berulang-ulang.

Ia sempat mendapatkan hidayah dalam mimpinya untuk membangun masjid dari ulama tersebut. Di sana juga dijelaskan gambaran ide dan bentuk arsitekturnya juga lho! Wah, betapa luar biasanya pengalaman spiritual Kang Rohim ini.

Lebih anehnya lagi, pesan gaib juga menegaskan waktu pembangunan masjid hanya bakal berlangsung selama 100 malam, dan tepat sesuai pesan gaib, pembangunan Masjid Bata Merah memang diselesaikan selama 100 malam!

LEAVE A REPLY