Malam di Sasana Hinggil Dwi Abad Alun-alun Selatan Jogja

0
20
Suasana malam di Sasana Hinggil Dwi Abad (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Jika Anda berkunjung ke Alun-alun Selatan Jogja, Anda akan menemui gedung kuno di ujung utara yang disebut dengan Sasana Hinggil Dwi Abad. Sasana Hinggil Dwi Abad memang sering digunakan untuk acara-acara umum masyarakat, salah satunya digunakan untuk latihan pencak silat dan beberapa olah raga.

IMG 20171205 192002 - Malam di Sasana Hinggil Dwi Abad Alun-alun Selatan Jogja
Ruangan dalam Sasana Hinggil Dwi Abad (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Ketika malam hari Anda nongkrong ke kawasan Alun-alun Selatan Jogja, sempatkanlah untuk mampir di Sasana Hinggil Dwi Abad ini. Di malam hari, suasana Sasana Hinggil Dwi Abad terasa eksotis dengan lampu-lampu yang temaram. Biasanya, di depan gedung ini berjajar parkiran pengunjung atau masyarakat yang ingin menikmati malam di Alun-alun Selatan Jogja.

Tentu, Sasana Hinggil Dwi Abad terasa sepi jika tidak ada acara, kadang hanya digunakan untuk kegiatan pencak silat saja. Namun di hari tertentu, khususnya weekend, sering digunakan  untuk pementasan tari, teater atau wayang kulit.

IMG 20171205 192040 - Malam di Sasana Hinggil Dwi Abad Alun-alun Selatan Jogja
bagian depan, tangga masuk Sasana Hinggil Dwi Abad (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Dalam laman harianjogja.com, pernah diulas bagaimana Sasana Hinggil Dwi Abad menjadi saksi bisu bagi sejarah perkembangan Jogja. Sasana Hinggil Dwi Abad dahulu bernama Siti Hinggil Kidul. Bangunan ini berdiri pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792).

Dalam sejarahnya, Sasana Hinggil Dwi Abad dahulu difungsikan sebagai tempat untuk latihan perang prajurit muda. Tempat itu juga dijadikan Sultan memantau kesiapan prajurit melakukan gladi bersih upacara Grebeg. Selain itu juga, konon Sultan menyaksikan adu manusia dengan macan yang dilakukan di Alun-alun depan Sasana Hinggil ini.

Pada tahun 1956 ketika masa Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, kompleks bangunan mengalami perbaikan. Seiring dengan perbaikan gedung itu, maka namanya pun dirubah menjadi Sasana Hinggil Dwi Abad hingga sekarang ini. Pergantian nama dilakukan sekaligus bersamaan memperingati 200 tahun Kota Jogja.

IMG 20171205 192026 - Malam di Sasana Hinggil Dwi Abad Alun-alun Selatan Jogja
Suasana malam di bagian samping Sasana Hinggil Dwi Abad (Foto Purwono Nugroho Adhi)

Di masa Sri Sultan Hamengkubuwono VIII ini, fungsi Sasana Hinggil diperluas menjadi tempat pergelaran budaya seperti tempat penyelenggaraan wayang kulit. Selain itu, Sasana Hinggil juga menjadi tempat sakral. Sebab lokasi ini menjadi pembuka prosesi perjalanan panjang upacara pemakaman Sultan sebelum dibawa ke permakaman Raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul.

LEAVE A REPLY