Luar Biasa, Dalamnya Cinta Si Bule Dani Maxey Pada Papua!

0
339
Foto: Boyd Shotz/youtube.com

Dani Maxey yang sempat ikut terlibat dalam film ‘Ku Lari ke Pantai’ ini cukup mencuri perhatian lantaran logat Papua yang fasih. Ya, betapa mengagumkan ada bule dengan logat khas daerah Indonesia yang kental.

Pria berdarah asli Kanada ini memang berbahasa Indonesia. Ia semakin spesial dengan kekentalan logat Papuanya.

Tak begitu heran, memang Dani lahir dan tumbuh besar di Jayapura, tepatnya di Wamena, tempat orangtuanya bekerja semasa ia kecil.

Sungai Baliem Destinasi Favorit

Sedikit mengenang masa kecilnya, Dani mengaku sangat senang bermain di Sungai Baliem. Meskipun sebenarnya banyak sekali tempat wisata di Wamena, namun Sungai Baliem menjadi destinasi favoritnya.

Asyik membaur bersama alam Papua. (Foto: media.keepo.me)

“Pemandangannya indah dan airnya jernih, jadi saya sering ke sana bersama teman-teman hampir setiap hari. Di sana kami menghabiskan waktu untuk bermain, mulai dari manjat pohon sampai main air,” ujar Dani dengan tawa kecilnya.

Bisa dekat dengan alam sekaligus mengenal kepribadian masyarakatnya yang ramah, adalah hal yang memupuk kebanggaan Deni akan papua.

“Kakak saya dan saya adalah satu-satunya anak bule di Wamena waktu itu, tapi warga Papua anggap kami seperti saudara. Walaupun berbeda warna kulit tapi hati kami tetap satu karena teman-teman kami semua warga papua,” kenang Dani kepada CNNIndonesia.com.

Banyak Habiskan Waktu di Pantai Holtekamp 

Dani pindah ke Jayapura untuk melanjutkan pendidikan SMA, selepas masa SMP. Di sana Dani mengaku kerap menghabiskan waktunya di Pantai Holtekamp. Jaraknya tidak jauh dari pusat kota.

Pantai Holtekamp, Dani Maxey banyak habiskan waktu di sini saat masa SMA. (Foto: aerial-video-photography.blogspot.com)

“Walaupun pasirnya hitam tapi pantai ini indah, tempatnya pun cenderung sepi kecuali hari Sabtu dan Minggu. Bahkan untuk musim-musim tertentu ombaknya cukup besar. Jadi saya sering surfing di sana, karena saya memang suka surfing,” katanya.

Meskipun Dani sempat meninggalkan Papua untuk menempuh pendidikan jenjang sarjana di Amerika Serikat, namun ia masih menaruh perhatian besar bagi tanah kelahirannya.

Di akun Instagram-nya, @suku_dani, Dani sempat mengunggah video pendek dan memberi edukasi mengenai bahaya dan cara penanggulangan penyakit HIV/AIDS yang masih mewabah di Papua.

LEAVE A REPLY