Lestarikan Batik Indonesia, Sambangi 7 Kampung Batik Ini!

0
72
Foto: aengaeng.com

Batik menjadi budaya Indonesia yang amat tua dan berupaya untuk terus dilestarikan. Kampung-kampung batik menjadi bukti upaya pelestarian ini.

Hingga kini Batik masih memiliki pesonanya sendiri. Dari corak kain dan proses pembuatan, semua memiliki perhatian tersendiri dan selalu menarik untuk dijelajahi. Bahkan ini muncul pula edukasi mengenai seni membatik ini.

Kini, dari berbagai sumber, Travel Today menghimpun berbagai Kampung Batik di Indonesia yang oke untuk dikunjungi di sela liburan Anda. Kepoin yuk!

1. Kampung Batik Jetis, Sidoarjo

Foto: ANTARA

Lokasi: Jl. P. Diponegoro, Lemah Putro, Lemahputro, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61213

Dalam sejarah, sejak tahun 70-an, batik Jetis dikembangkan oleh Mulyadi keturunan Raja Kediri yang pindah ke Sidoarjo. Motif Batik Jetis dikenal karena warnanya yang berani seperti menggunakan warna merah, hijau, kuning dan biru. Salah satu motif khas yang terkenal adalah burung merak.

2. Kampung Batik Trusmi, Cirebon

Foto: idntimes.com

Lokasi: Kampung Batik Trusmi, Cirebon, Provinsi Jawa Barat

Warga Kampung Batik Jetis di Cirebon ini terdiri dari berbagai generasi, mereka amat ramah menyambut wisatawan. Motif terkenal adalah Mega Mendung, memang mirip awan yang mendung, dengan warna khas yang variatif. Biru tua, colkat, kuning, hijau, bahkan merah muda. Batik Trusmi sukses menjadi ikon batik dalam koleksi kain nasional. Termasuk juga alam kelompok batik keraton.

3. Kampung Batik, Semarang

Kampung Batik Semarang (foto: Ezy.blog)

Lokasi: Jalan Pattimura Kelurahan Rejomulyo, Semarang.

Ada yang unik ketika masuk ke Kampung Batik Semarang ini. Lukisan mural di setiap sudut kampung menambah daya pikat, magnet bagi wisatawan yang ingin berburu batik. Anda bisa mengajak keluarga dan kerabat untuk membeli oleh-oleh batik khas Semarang. Tak cuma itu, bagi yang ingin belajar membatik bisa juga lho. Batik Semarangan bercorak ikon-ikon kota Semarang seperti pohon asem, tugu muda, warak ngendok, dan sebagainya. Menarik!

4. Kampung Batik Ngasem, Yogyakarta

Foto: navigasi-budaya.jogjaprov.go.id

Lokasi: Jl. Polowijan No.11, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55133

Kampung Batik Ngasem ini tadinya berjaya tahun 1972-an. Motif batik klasik sampai modern ada di sini. Batik Yogya punya warna khasnya sendiri. Warna putih, hitam, dan coklat yang bermotif manusia, binatang, dan tumbuhan berupa daun. Anda juga bisa melihat proses pembuatan hingga pewarnaan batik-batik yang akan dijual. Seru!

5. Kampung Batik Girli Kliwonan, Sragen

Perajin sedang menyelesaikan kain batik di Desa Pilang, Masaran Sragen, kawasan pinggiran kali Bangawan Solo tersebut merupakan sentra industri batik rumahan. (Foto: Espos / Sunaryo Haryo Bayu)

Lokasi: Jalan Rajawali Pojok Masaran, Sragen, Jati, Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah 57282

Letaknya yang di pinggir sungai Bengawan Solo, menjadikannya diberi nama Girli. Batik Girli didominasi warna hitam atau kecoklatan dengan motif geometris, bintang-bintang, bunga, dan lain-lain. Selain belajar membatik, ada homestay berbiaya murah untuk menginap lho.

6. Kampung Batik Lasem, Rembang

Foto: www.pemudabanget.com

Lokasi: Jalan Untung Suropati, Babagan, Lasem, Babagan, Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59271

UNESCO menetapkan batik sebagai salah satu warisan dunia lho. Batik tulis Lasem pertama kali dirintis oleh putri dari Laksamana Cheng Ho pada 1413 M. Motif yang terdapat dalam batik Lasem ini juga identik dengan motif-motif dari China, mulai dari burung hong, naga, ikan emas, dan ular. Motif floranya juga dekat dengan budaya China; daun teratai dan bunga seruni. Ada juga motif lokal Lasem, yaitu motif watu pecah. Warna-warna khasnya dominan merah darah, biru tua, dan hijau tua.

7.  Kampung Batik Kembang Mayang, Tangerang

Foto: medcom.id

Foto: Kelurahan Larangan Selatan, Kecamatan Larangan telah menjadi alternatif destinasi wisata baru di Kota Tangerang, Banten.

Nah, kalau Kampung Batik Larangan ini baru ngehits sebagai destinasi wisata baru Kota Tangerang. Hampir semua warga di kampung ini menggeluti ketrampilan membatik. Baik remaja maupun ibu-ibu rumah tangga di perkampungan Kembang Mayang mulai belajar memproduksi batik. Mulai dari proses canting, pewarnaan, pelapisan warna, hingga merebus kain batik. Batik yang dihasilkan disebut Batik Kembar Mayang.

LEAVE A REPLY