Kunjung ke Kampung Batik Semarang, Yuk!

0
1061
Kampung Batik Semarang (foto: myimage.id)

Banyak alternatif menikmati perjalanan unik di Semarang. Bila Anda menginginkan tempat-tempat sederhana dengan kekayaan yang tersembunyi, Anda bisa merasakan sensasi pusat-pusat kekuasaan kuno Semarang yang berupa kampung-kampung.

Kini, kampung-kampung tradisional tersebut telah mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Meski ada pula yang terpaksa punah berganti bangunan hotel dan mal megah, namun semoga ketertarikan Anda mendatangi beberapa kampung yang tersisa di Semarang, bisa membawa perubahan baru bagi kebijakan Pemerintah Kota Semarang.

Kampung Batik Semarang (foto: Ezy.blog)

Salah satu kampung yang bisa menjadi inspirasi perjalanan anda yaitu Kampung Batik Semarang.

Lokasi Kampung Batik terletak di kawasan Bubakan. Tak jauh dari Gereja Blenduk, Kota Lama. Anda bisa memutar dan menuju bundaran Bubakan. Di sana ada gapura bertuliskan Kampung Batik Semarang.

Di Kampung Batik Tengah, para warga bergotong royong membuat mural mengenai sejarah berdirinya Kota Semarang, memudahkan Anda untuk memahami sejarah secara singkat. Lukisan merekapun cukup Instagramable untuk diabadikan sebagai kenangan.

Tak hanya itu, beberapa warga adalah pengrajin batik sekaligus menjual hasil kerajinan mereka. Batik Semarang pada umumnya berwarna dasar oranye kemerahan karena pengaruh Cina dan Eropa. Motif dasar batik Semarang lebih banyak menonjolkan motif fauna daripada flora, semisal kupu-kupu, jago, merak, cendrawasih, burung phoenix, dan sebagainya.

Beberapa corak batik Semarangan. (foto:Samuel Yunus)

Ya, Anda dapat sekadar melihat-lihat, atau bahkan membeli batik bercorak Semarangan yang khas itu. Inspirasinya diambil dari ikon-ikon kota Semarang. Corak Tugu Muda, Lawang Sewu, Burung Kuntul, Masjid Layur, Asem Arang, dan lain-lain amat menarik untuk Anda koleksi. Anda dapat membeli hasil kerajinan warga dalam bentuk kain, pakaian, tas, sepatu, dan sebagainya untuk oleh-oleh orang-orang terdekat anda.

Anda bisa juga lho, mengetahui proses pembuatan bahkan ikut terlibat di dalamnya. Belajar rumitnya membuat batik, mulai membuat pola, mencanting, mewarnai hingga proses pencucian malam (dalam Bahasa jawa disebut Ngelorot), pas bagi Anda yang berjiwa seni dan menyukai dunia kerajinan tangan. Nah, Anda akan pahami mengapa selembar batik tulis bisa dihargai hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah.

Siapkan waktu kunjung Anda. Meski Semarang bercuaca cukup panas, warga di sana akan menyambut Anda dengan kesejukannya, dan memberi bantuan informasi yang Anda perlukan. Yuk!

LEAVE A REPLY