Kuliner Ekstrim Tapi Enak Lho, Rica Ular Ripung Kalbar

0
623
Sepiring Rica Ular Ripung dengan nasi hanta yang enak.

Masakan Rica Ular Ripung atau yang dikenal umum sebagai Ular Dipong atau Ular Sanca Gendang (Python curtus), memang sudah menjadi kuliner umum di daerah Sintang Kalbar. Bahkan, kuliner ini sudah menjadi kuliner istimewa untuk sajian pesta rakyat di momentmoment tertentu.

Masyarakat Kalbar, khususnya daerah Melawi menyebut kuliner rica ular Ripung ini dengan “Ripung Kuntung Kepung.” Walaupun termasuk jenis kuliner ekstrim, namun dari segi rasa memang enak dan sering dikenal mengalahkan masakan ikan lele atau gabus. Travel Today Indonesia berkesempatan merasakan kelezatan olahan daging Ular Ripung yang dimasak dengan cara Rica-Rica ini.

Populer Sebagai Kuliner Pesta

Maka, tidak heran jika Ular Ripung ini dikonsumsi oleh banyak masyarakat Kalbar dengan berbagai variasi masakannya, dari rica hingga oseng. Kadang dalam pesta budaya Gawai Dayak, Ular Ripung selalu dipasangkan dan dikonsumsi dengan minuman tuak untuk lazimnya pesta kampung. Pasangan kuliner tuak dan rica daging Ular Ripung pun disebut sebagai pasangan kuliner unggulan pesta.

Rica Ular Ripung yang sedang dimasak untuk pesta.

Bahan baku kuliner Ular Ripung ini memang mudah didapatkan di pedalaman  bumi Borneo atau Kalimantan ini. Biasanya ular ini banyak terdapat di perkebunan Sawit atau di berbagai kawasan hutan di seluruh Kalimantan. Maka, kawasan Kalimantan dikenal sebagai habitatnya jenis Ular Ripung ini.

Ular Ripung atau dikenal dengan Ular Dipong atau Ular Sanca Gendang (Python curtus) ini dikenal sebagai ular yang jinak dan sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia di hutan-hutan pedalaman Kalimantan. Postur tubuhnya pun terbilang cenderung bulat, dengan rata-rata panjang tubuh tak lebih dari 1 meter. Maka, tak heran jika ular ini dikenal sebagai ular yang layak konsumsi, apalagi ular ini tak berbisa.

Permintaan Konsumsi yang Senantiasa Tinggi

Walaupun dua atau tiga tahun lagi, jenis ular ini mungkin akan masuk daftar satwa dilindungi, namun sekarang, masyarakat Dayak masih terus memburu dan mengkonsumsi jenis ular ini. Dagingnya yang terbilang besar dan berlemak, menyebabkan enak untuk dikonsumsi dalam berbagai olahan makanan, terutama kuliner Rica-Rica.

Maka, di berbagai pasar tradisional hampir di seluruh Kalbar, selalu tersedia Ular Ripung ini. Bahkan ada beberapa sudut warung di kota Kecamatan Nanga Pinoh yang menjual menu masakan khas Ular Ripung ini. Tentu, tidak setiap hari Anda dapat memperoleh daging Ular Ripung ini, namun di pasar tradisional yang besar terutama di Kota Pontianak senantiasa tersedia daging Ular Ripung ini.

Daging Ular Ripung yang dimasak dengan adonan pedas.

Harganyapun juga terbilang diatas rata-rata daging ayam, yaitu sekitar Rp. 60.000 hingga Rp. 70.000 per kilogramnya, tergantung padatnya permintaan atau tidak. Masyarakat sekitar pun sering lebih memilih daging ular ini daripada daging ayam atau ikan tawar. Rasanya yang memang enak dan bertekstur lembut dagingnya ini, membuatnya cukup favorit sebagai kuliner khas Kalimantan.

Di waktu banyak pesta, tak heran jika permintaan Ular Ripung atau dikenal dengan Ular Dipong ini cukup tinggi. Seringkali di waktu-waktu seperti itu, banyak pedagang di pasar kesulitan memperoleh pasokan dagingnya dari para petani. Bahkan di musim banyak pesta, tiap hari kebutuhan warga akan daging ular ini dapat mencapai di atas 120an kilogram, sementara pasokan tidak lebih dari 50 kilogram saja. Bisa saja, beberapa tahun ke depan, mungkin Ular Ripung ini dapat menjadi Captive breeding, jika terus dikonsumsi secara masif.

LEAVE A REPLY