Komunitas Samin Akan Gelar Festival Budaya di Bojonegoro

0
265
Arsip foto saat Ki Samin Surosentiko berdiskusi bersama masyarakat Samin, dalam Festival Samin akan dibuka dengan sarasehan mengenang sosoknya. (foto: tirto.id)

Komunitas Samin akan gelar festival budaya bertajuk Festival Samin di Bojonegoro, 22 Desember mendatang. Ini bakal jadi hal menarik mengingat komunitas Samin selama ini kurang membuka diri terhadap masyarakat luas.

Komunitas Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan menggelar  Festival Samin yang diisi dengan berbagai kegiatan seni budaya khas daerah setempat.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Suyanto, di Bojonegoro, menjelaskan berbagai kegiatan dalam Festival Samin semuanya merupakan prakarsa warga di komunitas Samin di Dusun Jepang, seperti dilansir oleh Antara.

Dua perempuan Samin berjalan sambil mengendong dedaunan di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kec. Margomulyo, Kab. Bojonegoro, Jawa Timur. (foto: www.infopublik.id)

Kegiatan Festival Samin, lanjut Suyanto, akan diawali sarasehan yang akan diikuti warga di komunitas setempat di Balai Budaya Samin, pada 21 Desember malam hari.  Sarasehan akan membahas perjuangan Ki Samin Surosentiko, juga filsafat dalam menjalani hidup melawan penjajahan kolonial Belanda.

“Sarasehan diikuti warga setempat yang akan membahas perjuangan Ki Samin Surosentiko melawan penjajah Belanda. Warga juga pihak luar harus tahu bahwa samin bukan mengandung konotasi ‘nyamin’ (acuh tak acuh),” kata dia, menjelaskan.

Lalu pagi harinya akan digelar jalan santai juga oleh warga setempat, dan kegiatan sosialisasi tentang kesehatan yang akan digelar Kementerian Agama (Kemenag).

“Kegiatan juga akan diisi kesenian reog jaran kepang juga karawitan Samin Laras yang semuanya dilakukan warga di komunitas Samin,” tutur dia yang biasa dipanggil Yanto Munyuk.

Sebuah paparan sejarah tokoh Samin.

Selain itu, juga akan digelar berbagai kegiatan kesenian lainnya mulai drama Samino-Samini, tari Thengul dan pagelaran Wayang Thengul dengan dalang warga di komunitas Samin.

“Ada kegiatan arak-arakan warga dengan tema ‘Wayah Samin’ yang akan dipimpin Bambang putra Hardjo Kardi trah Samin Surosentiko,” ujarnya.

Disbudpar mendukung kegiatan Festival Samin dengan membagikan film dokumenter dalam bentuk  CD berdurasi 40 menit kepada peserta sarasehan juga warga luar yang hadir dalam kegiatan dalam Festival Samin.

“Film dokumenter itu berisi berbagai perjualan Ki Samin Surosentiko dalam melawan penjajah Belanda juga filsafat hidupnya yang berisi ajaran kebajikan,” ucapnya.

Ia menambahkan kegiatan Festival Samin ini bisa menambah agenda pariwisata yang berbasis budaya di daerahnya sebagai usaha menarik pengunjung dari luar daerah, selain lokal.

LEAVE A REPLY