Kesejukan Hawa Rumah Pohon TBMK di Tanah Parahyangan

0
484
Suasana malam Rumah Pohon TBMK. (Foto: iklantravel.com)

Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBMK) merupakan tempat sejuk yang mampu menjauhkan wisatawan dari kepenatan rutinitas keseharian. Nah, Rumah Pohon TBMK di tanah Parahyangan ini menjadi spesial karena menawarkan penginapan dengan konsep alam.

Kawasan Konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBMK) hadir dengan konsep mengenalkan alam pada masyarakat. Wilayah yang hanya berjarak empat jam dari Jakarta ini merupakan contoh konservasi dalam proses berjalan.

“Kami ingin mengenalkan bahwa alam juga bisa baik pada kita. Dilengkapi dengan fasilitas yang membuat pengunjung aman dan nyaman,” kata Rini Rismiati, pengelola TBMK, seperti dilansir National Geographic Indonesia.

TBMK ini terletak di antara tiga kabupaten, Bandung, Sumedang, dan Garut. Di tengah TBMK yang dijadikan lokasi perkemahan, terdapat tugu setinggi satu meter yang menandakan batas Garut dan Bandung. Anda bisa memainkan peran “berada di dua tempat dalam waktu bersamaan.”

Tadinya Sarat Illegal Logging

Tadinya TBMK merupakan wilayah yang sarat illegal logging. Sebagai bentuk penyelamatan, Wanadri mengajukan izin pengelolaan pada tahun 2008 yang berujung pada lahirnya Tim Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi. Meski demikian, dari 2.000 hektare wilayah TBMK, baru 300 hektare yang bisa dihijaukan kembali.

Rumah pohon yang nampak nyaman ditinggali. (Foto: blog.traveloka.com)

Rumah pohon tidak berasal dari kayu yang ditebang. Melainkan dari pohon yang sudah tumbang. Fasilitas dari penginapan ini termasuk sleeping bag dan lampu gas. Tidak ada daya listrik di sini.

Kekuatan utama kawasan ini bisa terlihat saat Anda membawa serta anggota keluarga untuk menikmati alam. Di sini disediakan pilihan penginapan berupa Rumah Pohon, Rumah Rusa, atau pun lahan perkemahan.

Sesuai nama masing-masing, Rumah Pohon terbuat dari kayu pohon dan berbentuk rumah panggung. Ada lima unit Rumah Pohon yang disediakan, di mana pemesanan selalu penuh di bulan November dan Desember.

Jangan lewatkan: Candi Hindu dan Makam Muslim di Candi Cangkuang, Saksi Keharmonisan Beragama

Upaya Lestarikan Lingkungan

Pengenalan alam pada keluarga bisa dimulai dengan berkeliling kawasan hijau ini. Aroma pinus ditambah kesegaran udara tanpa polusi dijamin bisa menyegarkan tubuh.

Bersama keluarga dan kerabat, nikmati suasana indah dan sejuk bersama Rumah Pohon TBMK. (Foto: indonesia.tripcanvas.co)

Anda bisa pilih aktivitas sesuai minat. Mulai dari kayak, kano, bersepeda, atau hanya menyusuri sungai.

Namun jika Anda ingin memberi lebih pada alam, silakan lakukan Wali Pohon. Inilah gerakan reboisasi TBMK yang merangkul masyarakat dari segala lapisan. Ya, dengan membelinya, Anda akan mendapat satu tunas tanaman manglid atau puspa untuk diadopsi selama tiga tahun.

Selama kurun waktu itu, nama Anda tercantum di papan kecil di depan pohon tersebut. Perkembangannya pun akan selalu di update untuk Anda si “orang-tua” pohon.

Dengan hanya gerakan kecil seperti ini, Anda melakukan dua hal sekaligus: melancong dan melestarikan alam.

LEAVE A REPLY