Kerajinan Ketak Lombok, Harus Jadi Lestari dan Mendunia

0
496
Foto: kerajinanketaklombok.blogspot.co.id

Kerajinan ketak Lombok adalah salah satu kerajinan tangan yang sangat dekat dengan industri pariwisata hingga perlu menjadikannya lestari dan mendunia.

Kerajinan ketak ini dibuat dari bahan dasar tanaman yang disebut Ketak. Tanaman ini merupakan keluarga paku–pakuan yang biasanya menjalar pada tanaman induk.

Badan Ekonomi Kreatif, menurut  kabar24.bisnis.com, menyebut seni kriya merupakan salah satu sub sektor yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan sangat dekat dengan industri pariwisata. Bahkan Bekraf menjadikan kriya sebagai salah satu sub sektor unggulan.

Banyak pelaku seni kriya yang kreatif dan piawai dalam berbisnis yang dimiliki Indonesia. Bisnis kriyanya pun beragam. Banyak dari mereka berhasil memasarkan produknya sampai ke pasar luar negeri. Termasuk kerajinan ketak asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Foto: lombokatraktif.blogspot.co.id

Sejarah Kerajinan Ketak

Sekitar tahun 1986 di Desa Nyurbaya Gawah Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, anyaman ketak mulai berkembang karena bahan baku yang berlimpah disana.

Hingga tahun 1988, menurut www.wisatadilombok.com, pemerintah mulai melakukan pembinaan serta intensif berupa pelatihan keterampilan, pengembangan design, pameran baik lokal maupun nasional, sehingga produk anyaman ini dapat berkembang mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah ke Lombok Timur.

Pada awalnya masyarakat mengayam ketak untuk keperluan rumah tangga sehari-hari. Namun, dengan bimbingan design dari pemerintah, para pengrajin ini mampu menghasilkan berbagai macam produk dengan design dan corak yang berbeda–beda sehingga memberikan nilai tambah bagi produk ini.

Ketak dapat dianyam kemudian dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan tangan seperti nampan, tempat tisu, tempat buah, dan yang paling banyak diminati saat ini adalah tas.

Kerajinan anyaman ketak di Lombok terdapat di tiga kabupaten yaitu kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur, dengan 64 sentra.

Meningkatnya minat masyarakat dan juga potensi pasar ekspor yang potensial terhadap produk kerajinan ini, dinilai bisa menjadi salah satu sumber ekonomi penunjang pariwisata di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Anyaman Ketak, selain mempunyai nilai seni tinggi juga tidak lepas dari pemanfaatan sehari-hari. Misalkan saja masyarakat Narmada, yang merupakan pengrajin ketak, memanfaatkannya sebagai perangkat dalam kehidupan di keseharian.

LEAVE A REPLY