Kencan dengan Si Miao di Kafe Cat’s Village, Dambaan Pencinta Kucing

0
22
Foto: catsvillage-cafe.com

Kafe kali ini, pas dengan Traveler pencinta si miao alias kucing. Ya, Kafe Cat’s Village di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Betul-betul dambaan penyayang kucing.

Menyuguhkan konsep unik, yakni pengunjung bisa makan dan minum serta ditemani atau bermain dengan sejumlah kucing dari berbagai macam ras, kafe ini menjadi yang pertama di Bandung.

Menurut Antara, awalnya kafe ini berada di Jalan Banda Kota Bandung, namun akhir tahun 2017 tepatnya bulan Desember Cat’s Village berpindah tempat ke Jalan Raya Lembang Nomor 136A Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menu lezat Cat’s Village. (Foto: catsvillage-cafe.com)

Tidak ada konsep yang berubah, kecuali jumlah kucing yang telah bertambah empat ekor kucing baru , sehingga ada 14 ekor kucing yang akan menemani pengunjung bersantai di sana.

“Kita ngeliatnya dari karakter kucingnya, kalau kucingnya bisa dekat dengan orang ya kita bawa ke sini. Kadang ada kucing yang takut sama orang, jadi kasihan ke kucingnya sama orang juga jadi enggak bisa main sama kucing itu,” kata Ripandy Adha, selaku pemilik Cat’s Village.

Pandi, sapaan akrab Ripandy Adha mengatakan jika ide ini muncul dari adiknya, berawal dari melihat kafe kucing yang sudah populer di Jepang maka ia ingin menjadi yang pertama di Indonesia.

Foto: catsvillage-cafe.com

Tidak disangka ternyata di Jakarta sendiri sudah ada yang membuat konsep seperti itu, namun setidaknya dirinya bisa menjadi yang pertama di Bandung.

Menurut Pandi, untuk memasuki ruangan kucing ini pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp50.000,- per satu jam, dengan menambah Rp50.000,- lagi pengunjung dapat bermain bebas dengan kucing-kucing yang ada.

Tidak seperti makan di pinggir jalan, kucing di sini sudah tahu mana makanannya jadi tidak perlu takut berebut makanan dengan kucing lainnya.

Tetapi ada aturan yang berlaku untuk pengunjung yang ingin bermain dengan kucing, seperti tidak boleh foto kucing dengan flash, jangan mengagetkan, jangan memberi makanan manusia, dan sebagainya.

“Kita enggak ngasih makanan-makanan berat, jadi kaya cemilan aja jadi di sini lebih ke untuk main untuk santai,” kata Pandi.

Bagi Traveler yang penasaran, langsung saja bermain-main dengan si miao yang sudah menunggu.

LEAVE A REPLY