‘Kematian yang Menghidupi’ Jadi Konsep Kampung Wisata Makam, Malang

0
598
Foto: dpkp.malangkota.go.id

Siapa sangka kompleks makam di Kampung Kramat Malang ini bisa menjadi destinasi makam yang unik dan inovatif. “Kematian yang Menghidupi’ jadi konsep kampung wisata makam ini.

Kebanyakan orang pasti takut, melintas di sebuah tempat pemakaman. Namun apa jadinya, jika di areal makam justru dihiasi ornamen tematik warna-warni untuk menuju sebuah perkampungan.

Di mana sebelumnya kampung yang kumuh, disulap menjadi berwarna dengan lukisan mural di tiap dinding rumah warga. Tak ketinggalan gazebo sebagai tempat istirahat dengan sapaan ramah penduduknya.

Ya, dalam momentum.com, hanya di Kampung Kramat, yang terletak di TPU Kasin Jalan Bali, Kelurahan Kasin, Kota Malang, anda bisa menemukan makam bukan lagi tempat seram dan menakutkan, namun tempat unik penuh warna-warni.

Jalan masuk. (foto: static.memontum.com)

‘Kematian yang Menghidupi’ Jadi Konsep Unik

Dibandingkan kampung lainnya, baik di Malang maupun di Indonesia, Kampung Kramat terbilang sangat unik dan tak biasa. Mengusung tagline “Kematian yang Menghidupi”, dipilih sebagai identitas warga Kampung Kramat.

Melalui pengembangan destinasi wisata Kampung Kramat, warga yang berjumlah sekitar 70 KK ini ingin menunjukkan bahwa kematian tak selalu menjadi hal yang menakutkan, justru menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat, dimana kehidupan dan profesi mereka terbilang unik.

Sebab hampir semua aktivitas, mereka lakukan di area pemakaman, dari mulai tinggal, bermain, bersantai, hingga bersosialisasi.

Pun dengan profesi mereka yang kebanyakan berkecimpung sebagai tukang gali kubur, tukang ukir batu nisan, orang yang memandikan jenazah, juru rawat makam, dan lainnya.

Taman bermain. (Foto: news.propanraya.com)

Destinasi Wisata Unik

“Satu lagi destinasi wisata Kampung Tematik baru di Kota Malang, yaitu Kampung Kramat yang unik berada di sekitar makam TPU Kasin, dan satu-satunya di Indonesia. Selain memberi warna baru kampung tematik, kesan makam di Kampung Kramat jadi lebih indah, lebih cantik, dan lebih tertata, serta dapat meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat sekitar. Rencananya, kami akan meminta ahli waris, jika diperbolehkan nisan makam akan diberi warna,” jelas Abah Anton, sapaan akrab Walikota Malang.

Ya, Walikota Malang, HM Anton, hadir dan menandai peresmian dengan npengecatan pada salah satu dinding kawasan Kampung Kramat.

Keunikan konsep Kampung Kramatlah  yang membuat Pemkot Malang, Utero Indonesia (perusahaan branding), dan perusahaan cat PT Propan Raya (pendukung CSR) tertarik menjadikan Kampung Kramat sebagai destinasi wisata kampung tematik baru di Malang.

‘Kematian yang Menghidupi.’ (Foto: www.memontum.com)

Kampung Kramat sebelumnya juga pernah menyabet juara 3 pada lomba Kampung Tematik yang diselenggarakan Pemkot Malang, yang diinisiasi oleh komunitas Malang Creative Fusion (MCF).

Selain Wlikota, hadir juga dalam peresmian, Direktur PT Propan Raya Yuwono Imanto, Ketua MCF Vicky Arif, Pimpinan Utero Indonesia Dadik Wahyu, dan undangan lainnya, Selasa (13/2/2018).

“Dari desain Tematik, kami memanfaatkan barang bekas, seperti tong, ban bekas, dan lainnya, dimana Kasin dikenal memiliki banyak bahan tersebut. Kami sepakat, jika bicara kota kreatif, mari bersama kita wujudkan Malang sebagai contoh kota kreatif di dunia, melalui berbagai kampung Tematik. Sudah bisa dirasakan hingga level nasional dan internasional. Nantinya, program UMKM sekitar Kasin bisa dikoordinir melalui kampung Kramat,” tutur Vicky.

LEAVE A REPLY