Kellaba Madja, Surga Tersembunyi di Pulau Para Dewa

0
500
Foto: travelingyuk.com

Jika Traveler ingin mencoba destinasi  yang penuh tantangan, cobalah ke Nusa Tenggara Timur. Cobalah eksplorasi ke Pulau Para Dewa ini sampai ke tebing megah di Kellaba Madja.

Tebing besar nan megah ini terbentuk karena alam. Batuan kokoh yang berwarna warni menambah indah panorama eksotik Kelaba Maja ini.

Menurut  travelingyuk.com, setiap tahunnya Kellaba Madja digunakan untuk lokasi upacara adat yang memilih tempat di tiga batu raksasa yang beriiri dengan kokohnya.

Sebelah kanan mempunyai nama laki-laki, yang kiri dengan nama wanita. Sedang bagian ketiga disebut anak, lalu batu-batu yang bertebaran di sekitar disebut kawan-kawan. Wah, unik sekali.

Dianggap Keramat

Perlu Anda ketahui, Kallaba Madja termasuk tempat yang dianggap keramat oleh warga. Tempat ini sering digunakan untuk upacara adat, seperti meminta hujan.

Foto: Deskgram/@marischkaprue

Area yang berbatu indah ini juga digunakan Warga Sabu untuk memuja Dewa Maja, salah satu dewa kepercayaan di daerah ini. Turis yang datang berkunjung ke Kallaba Madja harus didampingi oleh warga sekitar.

Butuh perjuangan yang sangat keras untuk bisa sampai di Kellaba Madja. Transportasi lumayan sulit, hanya ada pesawat terbang yang beroperasi hanya dua kali dalam seminggu.

Melalui jalan laut, akan memakan waktu selama 14 jam. Setibanya di Sabu, Anda bisa segera mencari guide yang akan mengantarkanmu ke Kalebba.

Jalanan memang masih kasar, namun di sini letak tantangannya. Gunakan kendaraan roda 2 saja karena mobil pasti kesulitan melewati medannya.

Traveler, bagaimanapun lokasi ini sudah seperti tempat ibadah bagi Warga Sabu. Amat keramat. Jadi, tolong bantu jaga kebersihan dan kesakralannya ya.

Berbagai Kerajinan

Sudah sampai sana, pasti hasrat berburu oleh-oleh khas menjadi harat yang harus dipenuhi bukan? Nah, ada banyak buah tangan khas dari Kota Sabu, Nusa Tenggara Timur lho.

Foto: travelingyuk.com

Coba saja Gula Sabu, yaitu gula yang dibuat dari Nila Lontar yang manis dan lezat seperti madu.

Menenun sendiri merupakan kegiatan tradisional penting yang turun temurun oleh wanita Sabu, maka oleh-oleh lainnya yang bisa dibawa pulang adalah kain tenun khas Sabu.

Ada juga Ei (sarung), Higi (selimut) dan Naleda (selendang) yang bermotif alam, seperti animal, flora, serta geometris.

Nah, penasaran bertandang ke Pulau Para Dewa ini?

LEAVE A REPLY