Kelilingi Kebun Raya Bogor dengan Berlari

0
530
Kebun Raya Bogor akan menjadi ajang sport tourism tempat ketangguhan stamina para pelari akan diuji. (Foto: krbogor.lipi.go.id)

Sejarah mencatat bahwa Kebun Raya Bogor resmi didirikan oleh Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen pada 18 Mei 1817. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama sebagai pertanda pembangunan kebun yang dinamai ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg.

Seorang profesor kimia dan botani bernama Caspar Georg Karl Reinwardt ditunjuk menjadi pengarah pada lima tahun pertama. Ia memberdayakan lahan seluas sekitar 47 hektar yang letaknya di sekitar Istana Bogor.

Apa yang dirintis van der Capellen dan Reinwardt pun masih bisa kita nikmati hingga saat ini. Kebun Raya Bogor yang tahun ini berusia 200 tahun pun tetap terjaga kelestariannya sebagai tempat penelitian dan pengembangan hortikultura dan tentu saja tempat wisata.

Kebun Raya dan Kota Bogor pun saling mengidentikkan diri. Keduanya seperti tak terpisahkan dan saling menghidupi. Sebab Kebun Raya adalah paru-paru kota yang begitu baik hati menyediakan udara bersih bagi warga Bogor yang melestarikannya.

Wali Kota Bogor Bima Arya dan Komunitas Bogor Runners berlari bersama dalam sebuah ajang lari di Bogor beberapa waktu lalu. (Foto: hallobogor.com)

Momentum hari jadi Kebun Raya Bogor ternyata akan diperingati dengan cara yang luar biasa. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pemerintah Kota Bogor akan menggelar lomba lari ultramarathon bertajuk Kebun Raya Bogor 200K. Tentu saja, mereka menggandeng race management yang sudah terbiasa menggelar lomba-lomba lari.

Informasi yang kami dapatkan dari situs resmi lomba krb200.com disebutkan bahwa KRB 200K akan dilaksanakan pada 20-21 Mei 2017 dan berlokasi di Kebun Raya Bogor. Tentu saja ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari mengingat mereka akan berputar-putar di area yang sama.

Selain nomor lomba 200K, panitia juga mengadakan lomba dengan jarak 100K, 50K, 21K, 10K, dan yang terpendek adalah 5K. Bisa dibayangkan keriuhan yang akan terjadi saat event ini berlangsung nantinya.

KRB 200K tidak hanya ditujukan untuk para pelari Indonesia. Jika melihat biaya pendaftaran yang tertera di situs resmi maka panitia pun membidik peserta dari mancanegara. Sebab selain pendaftaran dalam mata uang rupiah juga dituliskan dalam mata uang dolar Amerika Serikat.

Runners, Kebun Raya Bogor menanti kalian!

Johanes Indra | traveltoday

SHARE
Previous article7 Spot Wajib Kunjung di Amsterdam
Next articleVoli Proliga 2017 Singgah di Gresik
Johanes Indra adalah seorang pecinta olahraga yang gemar menulis berbagai hal yang dia suka. Pengalamannya sebagai wartawan olahraga di televisi swasta nasional memberinya kesempatan untuk menulis sambil bepergian

LEAVE A REPLY