Kawah Ratu, Digandrungi Meski Berada di Gunung Salak yang Angker

0
718
Foto: wowewi.blogspot.co.id

Bagi Traveler penggemar trekking, tentu bakal penasaran dengan Kawah Ratu yang berada di Gunung Salak nan Angker. Meski angker, Kawah Ratu ini digandrungi wisatawan lho.

Gunung Salak sendiri memang memiliki beberapa kawah aktif. Salah satu kawah yang paling terkenal sekaligus paling besar adalah Kawah Ratu.

Lokasi kawah ini berada pada ketinggian sekitar 1.437 mdpl dan dapat diakses dari beberapa jalur pendakian. Tepatnya di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan.

Lantas, mengapa dikatakan angker? Yah, memang sih, banyak cerita horor yang simpang siur terdengar dari mulut ke mulut.

Foto: indonesia.tripcanvas.co

Mulai dari soal pasar setan, hantu gentayangan di Kawah Ratu dan Curug Seribu, suara gamelan, penampakan nenek tua, hiii…dan masih banyak lagi.

Namun, Traveler. Nampaknya, makin horor kisah dari sebuah destinasi wisata, makin menantang wisatawan untuk berdatangan.

Lihat saja sebaran foto selfie mereka. Wow! Melihat keindahannya, semua kekhawatiran itu bakal terlupakan.

Daya Tarik dan Keunikan

Kawah Ratu merupakan tempat menarik yang bisa dikunjungi oleh para pecinta wisata alam. Yang menjadikan kawah ini berbeda dengan kawah-kawah lain adalah keberedaan aliran sungai.

Pemandangan keindahan yang dramatik bukan? (Foto: seindotravel.imageshoster.com)

Ya, Kawah Ratu dilintasi oleh aliran Sungai Cikuluwung sepanjang kira-kira 1 km. Hal itulah yang menjadi daya tarik tersendiri dari kawah ini.

Dilihat dari kejauhan, air sungai tersebut terlihat berwarna biru toska. Namun, saat kita mendekat, akan ada warna kuning di dasar sungai yang terlihat dengan jelas. Warna kuning tersebut adalah endapan belerang.

Di tempat-tempat tertentu dapat dijumpai lapisan belerang. Banyak pengunjung yang membawa pulang belerang ini, yang diyakini berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Jalur Menuju Kawah Ratu

Ada 3 pilihan jalur menuju ke Kawah Ratu. Menurut yupiknik.com, jalur yang pertama melalui Gunung Bunder via Pasir Rengit dengan panjang trek sekitar 3.5km dan dapat di tempuh sekitar 2.5 jam.

Jalur kedua masih melalui Gunung Bunder via Curug Seribu dengan panjang trek sekitar 5km yang bisa di tembuh 3-4 jam.

Jalur yang ketiga melalui bumi perkemahan Cidahu-Sukabumi dengan panjang trek 4.5km.

Disarankan untuk menyewa pemandu berpengalaman agar tidak tersesat. Ada juga patok pemandu hijau yang dibuat para pecinta alam, apabila tersesat, para pendaki disarankan untuk kembali ke jalan yang sudah dilalui sampai menemukan patok pemandu itu.

Nah, Traveler? Sudah gunung ke berapa Anda daki? Pastikan Gunung Salah menjadi bagian pengalaman perjalanan wisata Anda ya!

LEAVE A REPLY