Junkyard Auto Park, Mobil Rongsok yang Instagramable

0
494
Foto: www.indonesiasaja.com

Traveler, tak jauh dari Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ada obyek swafoto antik, klasik dan unik lho! Junkyard Auto Park memang sangat instagramable meski berisikan mobil rongsok yang biasanya mulai disingkirkan.

Lokasinya sekitar 5 menit perjalanan dari Taman Wisata Candi Borobudur, atau tepat di sebelah Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Wanurejo, Kecamatan Borobudur. Junkyard Auto Park di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Mobil Rongsok yang Ditata

Sesuai namanya, dalam Kompas Travel, obyek wisata ini berupa taman di tengah persawahan yang berisi belasan mobil atau kendaraan klasik yang sudah tidak terpakai.

Mobil-mobil itu ditata sedemikian rupa, ada yang jungkir balik, dipotong, dicat ulang, dihias, ditambah ornamen-ornamen bak di sebuah kota kuno di Eropa.

Foto: phinemo.com

Taman ini, menurut Galang Rezkidianto (21), pengelola Junkyard Auto Park disediakan untuk para penggemar foto dengan latar belakang yang unik dan anti mainstream, berupa mobil-mobil klasik.

Ide awal pembuatan taman ini datang dari orangtua, Wiwid, yang hobi mengoleksi mobil-mobil klasik. Ide itu muncul karena saat ini obyek wisata buatan dengan unggulan spot foto sedang digemari wisatawan.

Wow. Memang sangat instagramable. Konsep yang memang berbeda dan satu-satunya di Magelang.

“Biasanya mobil rongsokan dianggap tidak berguna, tapi bagi kami dengan penataan sedemikian rupa bisa jadi spot menarik,” kata Galang.

Berbagai Koleksi

Dari 14 mobil klasik di taman ini, ada dua mobil yang tertua yakni jenis Impala buatan tahun 1964 dan Dogde tahun 1957.

“Sebagian besar mobil di taman ini adalah koleksi pribadi kami. Tapi ada juga mobil yang sengaja dibeli untuk menambah spot foto,” katanya.

Foto: www.travelingyuk.com

Selain mobil, ada juga bemo, sepeda motor kuno dan wahana permainan anak-anak. Tempat ini sendiri berdiri di tanah bengkok seluas 2.000 meter persegi milik Kepala Desa Wanurejo, dengan sistem bagi hasil pendapatan.

“Kami berkerja sama dengan sistem bagi hasil, yakni 50 persen pengelola, 40 persen kepala desa dan 10 persen BUMDes Wanurejo,” katanya.

Meski baru dibuka pada 30 Maret 2018, Junkyard Auto Park sudah banyak dikunjungi wisatawan. Menurut Galang, setiap hari ada sekitar 50- 70 orang datang ke taman ini. Jumlah pengunjung bertambah jika akhir pekan dan hari libur.

Ke depan akan ditambah spot foto baru dan buka sampai malam kalau semua sudah siap. Pasti tambah keren!

LEAVE A REPLY