Jamu Jaku, Jamu Tradisional Legendaris di Pinggiran Jogja

0
646
Sajian olahan jamu tradisional dengan bahan-bahan alami (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Jamu Jaku merupakan jamu tradisional Jawa yang  menghadirkan olahan segar alami yang langsung dapat diminum di tempatnya. Jamu Jaku membuka lapaknya di Jalan Parangtritis, kurang lebih KM.5, Bangunharjo, Sewon, Jogja, tepat di samping SMA Negeri 1 Sewon. Biasanya lapaknya dibuka setiap pukul 17.30 hingga pukul 22.00 WIB.

Travel Today Indonesia berkesempatan mampir untuk mencicipi kesegaran alami jamu tradisional ini. Jamu tradisional memang tak lekang waktu tetap masih menjadi favorit bagi beberapa masyarakat Jawa. Rasanya yang juga menyegarkan, baik pahit, asam maupun manis dengan beberapa pilihan  bahan-bahan alami, membuatnya memang menjadi salah satu ikon Nusantara.

Segelas kunir asem yang menyegarkan (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Menyemarakkan Festival Minum Jamu

Pada hari Sabtu 17 Februari 2018 yang lalu, di Plaza Pasar Ngasem Yogyakarta diselenggarakan “Festival Minum Jamu.” Acara tersebut diselenggarakan untuk Mangayubagyo Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat yang ke 271 tahun. Acara tersebut tentu membuat jamu tradisional kembali dilirik dan diminati.

Seperti halnya, Jamu Jaku ini, jamu tradisional yang mempunyai semboyan “bejamu, bejaku” juga menyajikan berbagai sajian jamu tradisional yang menyehatkan. Semboyan “bejamu, bejaku” ingin mengajak para pengunjungnya, bahwa “keberuntungan Anda merupakan juga keberuntungan saya.”

Maka, tak heran jika setiap malam, hilir mudik para pelanggan yang ingin sekedar mencari kesegaran dan kesehatan alternatif dari jamu tradisional ini. Biasanya, para pelanggan mendatangi Jamu Jaku ini untuk memesan beberapa jamu untuk memberikan kesegaran bagi diri mereka. Bahkan, ada yang juga berkonsultasi untuk kesehatan mereka.

Sajian Jamu Tradisional yang Komplit

Penyaji di Jamu Jaku ini memang sepasang suami isteri yang sudah melalang buana bahkan merupakan keluarga dari turun temurun pembuat jamu tradisional di Jogja. Mereka menyajikan Jamu Jaku ini dengan begitu komplit dari beras kencur, kunir atau kunyit asem, cabe puyang, pahitan, uyub-uyub hingga kudu laos.

Penyajinya adalah suami isteri yang merupakan garis turun temurun pedagang jamu tradisional Jogja (Foto Purwono NA/Traveltoday)

Tentu jika mampir di Jamu Jaku, Anda tak akan terbebani kocek yang besar, karena harganya sangat murah. Anda pun dapat memilih ramuan yang semuannya adalah ramuan alami langsung diperas dan diolah dengan bahan-bahan tradisional menyegarkan. Jika Anda memilih jamu pahitan, tentu nanti disediakan se-sloki manisan yang menawarkan rasa pahit yang menyengat. Namun itulah kemenarikan minum jamu tradisional yang kian lama sudah tergerus oleh zaman.

LEAVE A REPLY