Ini Dia, 4 Tradisi Waisak Unik dan Meriah di Indonesia!

0
517
Pelepasan ribuan lampion di Komplek Candi Muarajambi tahun lalu. (Foto: Jambipos Online)

Umat Buddha di setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan Waisak yang unik dan meriah. Peleburan budaya setempat menjadikan tradisi ini makin kuat karakter khas nya. Oleh karena itu, tradisi Waisak menjadi salah satu hal yang selalu ditunggu-tunggu oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ya. Hari Raya Waisak menjadi salah satu hari suci bagi umat Buddha. Ada tiga peristiwa suci yang dialami oleh penyebar ajaran Buddha, Siddhartha Gautama selama masa hidupnya, yang dikenang dalam ritual sakral Trisuci Waisak.

Mulai dari hari lahirnya Siddhartha Gautama, momen Siddhartha Gautama menjadi Buddha, dan wafatnya Siddhartha Gautama di usia 80 tahun, menjadi peringatan hari raya ini.

Nah, dikutip dari traveloka.com, ini dia 4 tradisi Waisak yang unik dan meriah dan juga selalu ditunggu-tunggu oleh wisatawan:

1. Festival Candi Muaro di Jambi

Foto: beritasatu.com

Tradisi Waisak di Candi Muaro adalah perayaan terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Nah, menariknya, perayaan Waisak di sini selalu digabungkan dengan Festival Candi Muaro Jambi, di mana berbagai pertunjukan kesenian, festival band, hingga bazar kuliner bisa dinikmati para pengunjung. Di kompleks Candi Muaro Jambi sendiri, dilakukan serangkaian ritual yang diikuti umat Buddha. Akhir dari ritual akan dilakukan pelepasan lampion pada dini hari.

2. Kirab Agung Amisa Puja di Yogyakarta

Foto: buddhazine.com

Umat Buddha di Desa Gunung Kelir, Girimulyo, menyambut detik-detik Waisak lewat kirab agung amisa puja. Kirab yang dilakukan dengan budaya Jawa ini mengarak replika Sang Buddha sambil membawa bermacam sajen persembahan ke salah satu vihara terdekat. Nantinya, sajen-sajen itu akan disemayamkan di pelataran Vihara Giriloka. Menariknya, rombongan yang mengikuti kirab melantunkan doa dengan mengenakan pakaian adat Jawa lho.

3. Pawai Waisak di Pekanbaru

Foto: www.riausatu.com

Pawai Waisak yang diselenggarakan ini merupakan salah satu cara untuk menghormati Sang Buddha. Berbagai simbol suci agama Buddha dan sarana puja turut dibawa dalam iring-iringan. Dikumandangkan pula doa dan pujian dengan harapan bangsa dan negara ini selalu diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa, para Buddha, dan dewa. Aksi pawai juga turut dimeriahkan dengan kebudayaan Tionghoa, seperti barongsai, atraksi naga, serta mobil yang dihiasi patung Buddha dan lampu warna-warni.

4. Trisuci Waisak di Magelang

Foto: www.ceritaindonesia.web.id

Pada acara puncak Waisak, ribuan umat Buddha akan mengikuti kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur sejauh 3 kilometer. Rombongan akan membawa berbagai perlengkapan puja bakti Waisak, seperti replika Sang Buddha, air berkah, api dharma, dan kitab suci Tripitaka, dan di akhir acara, ribuan lampion akan diterbangkan di kompleks Candi Borobudur sebagai makna kebahagiaan serta harapan agar doa umat Buddha segera terwujud.

Nah, Traveler. Hebatnya, acara tersebut di atas tak hanya dihadiri umat Buddha ataupun warga sekitar saja. Wisatawan lokal maupun mancanegara bahkan menanti-nanti tradisi unik dan meriah ini. Indah bukan?

LEAVE A REPLY