Ini Dia 4 Makna Penting Kuliner Khas Lebaran Indonesia!

0
69
Foto: istyle.id

Semangat Lebaran salah satunya tumbuh dari kerinduan akan tradisi kuliner Indonesia yang turun temurun ada. Maknanya menjadi spesial, mempererat silaturahmi dan menambah kehangatan saat sanak saudara bertemu dan berkumpul.

Kuliner Lebaran di Indonesia dengan kekhasannya ternyata memiliki berbagai filosofi, cerita unik di baliknya. Nah, dabersumber dari Merdeka.com, ini dia kisah unik dibalik kuliner khas Lebaran Indonesia. Simak yuk!

1. Rendang

Foto: belanga.id

Kini kuliner Minangkabau ini telah menjadi kuliner favorit dunia. Memiliki makna luhur, sehingga rendang menjadi hidangan wajib dalam setiap upacara adat, kenduri, pesta atau hari raya. Tradisi ini juga dijalankan di tanah Melayu pada umumnya, tak hanya Minang.

Rendang dianggap sebagai perlambang musyawarah dan mufakat yang membentuk masyarakat Minang. Empat filosofi penting masakan rendang, yaitu dagiang yang mewakili para pemuka adat atau niniak mamak, karambia (kelapa) yang melambangkan kaum pemikir (candiak pandai), lado sebagai perwujudan kaum alim ulama, serta bumbu yang menjadi penyelaras dan pemersatu keseluruhan. Oleh karenanya, rendang dianggap sebagai perlambang musyawarah dan mufakat, pembentuk masyarakat Minang.

Karena maknanya yang luhur, rendang menjadi hidangan wajib dalam setiap upacara adat, kenduri, pesta atau hari raya. Tradisi ini juga dijalankan di tanah Melayu pada umumnya, tak hanya Minang.

2. Ketupat

Foto: www.salampapua.com

Sudah tentu, ketupat merupakan bagian dari tradisi Idul Fitri. Kuliner ini dipopulerkan oleh salah satu dari Walisongo, yaitu Sunan Kalijaga.

Ketupat berasal dari kata kupat yang memiliki makna ganda, yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Ini seperti unsur Jawa-Islam yang dikenalkan Sunan Kalijaga. Laku papat alias empat tindakan yang dimaksud adalah luberan, leburan, lebaran, dan laburan.

Keempatnya bermakna berakhirnya puasa, berbagi rezeki berlimpah dalam artian zakat fitrah, peleburan dosa, dan memutihkan kembali hati.

3. Lepet

Foto: pricearea.com

Lepet kependekan dari frasa silep kang rapet yang berarti dikubur rapat-rapat. Makna dibalik frasa ini adalah kesalahan yang sudah diakui tadi harus dimaafkan dan dipendam, tak boleh diungkit lagi agar persaudaraan semakin rapat seperti lepet yang lengket.

4. Opor

Foto: pricearea.com

Opor dibuat dengan kuah santan. Sementara santan memiliki bunyi yang mirip dengan pangapunten (permintaan maaf). Jadi, suguhan opor sebagai pendamping ketupat punya makna simbolis mengakui kesalahan dengan tulus dan diikuti meminta maaf. Itulah mengapa opor selalu hadir setiap Lebaran tiba.

LEAVE A REPLY