Gugat Keris Jenggala, Sarana Edukasi Budaya di Kediri

0
293
Pameran keris bertema "Gugat Keris Jenggala" di Kediri, 18 Agustus 2017. Sarana edukasi kebudayaan bangsa. (foto: rri.co.id)

Ratusan ragam keris dari berbagai tangguh berjajar rapi dipamerkan di area Kediri Town Square Kota Kediri, Jumat (18/8/2017). Benda-benda budaya itu diperlihatkan dalam Pameran Keris dan Seni Rupa bertema Gugat Keris Jenggala.

Tangguh keris yang dipamerkan meliputi, tangguh panjalu (Kadiri), Singosari, Majapahit, Tuban, Hamengkubuwono, dan Pakubuwono. Bahkan, yang menjadi perhatian adalah keris yang tertua dari abad ke-8 masehi.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan, bahwa acara pameran ini berasal dari inisiatif para pecinta keris di Kota Kediri yang menggandeng Pemkot Kediri. Terkait pula untuk memperingati Hari Jadi Kota Kediri dengan bersama-sama menguri-uri Keris.

“Keris, sebagai budaya asli Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia non benda pada 25 November 2005, ” ungkapnya, dikutip dari rri.co.id.

Edukasi, bukan mistik

Beragam keris yang mengagumkan. (foto: suratkabar.id)

Pemilihan mal sebagai lokasi penyelenggaraan pameran bukan tanpa alasan. Menurutnya, dipilihnya mal adalah untuk mengedukasi masyarakat bahwa keris adalah budaya yang luar biasa.

“Ini bukan hal mistik, tapi keris adalah wujud dari kemajuan teknologi yang sudah didalami oleh para empu pada jamannya dahulu. Pemkot juga mendorong generasi penerus agar tahu, bahwa kita punya senjata pamungkas dengan nama keris yang pernah dipakai para pahlawan. Ini warisan budaya nenek moyang yang harus dilestarikan,” urai pria yang akrab disapa Mas Abu.

Dia juga berharap, dengan semakin banyaknya generasi penerus yang menguri-uri budaya bangsa. Ia pun meyakini keinginan Presiden RI ke-3 B.J. Habibie yang menyatakan Indonesia akan menjadi negara yang maju saat HUT ke-100 RI nanti akan terwujud.

“Saya pernah lihat di Jerman dan Finlandia itu juga ada pameran keris yang didatangkan langsung dari Indonesia. Inilah modal awal kemajuan Indonesia yang harus terus kita banggakan dan lestarikan,” tutupnya.

Lestarikan keris Kediri

Di tempat yang sama, Ketua Paguyuban Tosan Aji dan Keris Joyoboyo, Imam Mubarok menyampaikan, Gugat Keris Jenggala yang menjadi tema pameran Keris ini, memiliki harapan agar ke depannya keris-keris dari Kediri bisa lestari.

“Saya bersama kawan-kawan perkerisan ingin pameran ini bisa memperkuat ekonomi kerakyatan. Harapan ke depannya, akan ada setidaknya satu keris di setiap rumah. Ini bukan tentang syirik atau musrik, melainkan warisan dunia non benda yang harus kita lestarikan,” harapnya. (*)

LEAVE A REPLY