Guangzhou, City of Light

0
671
Saat malam menikmati cahaya Guangzhou. (foto: pribadi)

Ketika saya menginjakkan kaki di Guangzhou, salah satu kota terbesar di China, saya tidak punya ekspektasi apa-apa. Saya pikir hanya salah satu kota dagang layaknya kota-kota di China pada umumnya. Namun setelah tinggal beberapa hari di sini dan menelusuri banyak sudut kotanya, ternyata kota ini sangat menarik.

Ada banyak destinasi wisata yang bisa anda kunjungi di sini. Mulai dari sejarahnya yang sangat panjang yang dapat anda saksikan bukti-buktinya di museum yang ada di Guangzhou, sampai dengan kehidupan trandisonal masyarakatnya yang berpadu dengan gemerlapnya kota ini di malam hari.

Berikut saya petakan menjadi beberapa bagian, yang bisa menjadi panduan anda ketika mengunjungi kota ini.

Sejarah Kota Ghuangzhou

Sebaiknya kita kenali kota ini dengan melihat sejarahnya. Guangzhou merupakan ibu kota dari propinsi Guangdong yang saat ini menjadi kota terbesar di China Selatan. Menurut wikipedia, pada abad 19, kota ini pernah menjadi kota terbesar di dunia.

Kota yang berdiri sejak tahun 214 SM ini, tumbuh subur dan makmur di bawah rezim China asli. Selama pemerintahan dinasti Sung tahun 960-1279, Guangzhou didatangi oleh banyak keluarga Tionghoa yang menghindari serangan dari Mongol. Guangzhou menjadi kota yang maju sejak diperintah oleh dinasti Man Chu di tahun 1644-1911.

Kota ini pernah terlibat peperangan besar yaitu Perang Candu I dengan Inggris yang melemahkan semua pekerja Tiongoa dan India di tahun 1839 sd 1842 dan juga Perang Candu II antara Inggris, Perancis dan China pada tahun 1856 yang menyebabkan Ghuangzhou diduduki oleh Inggirs dan Perancis pada tahun 1861.

Dalam perlawanannya dengan penjajah, Guangzhou memunculkan satu pimpinan pemberontak yang sangat terkenal yaitu Sun Yat Sen di tahun 1885. Sun akhirnya menjadi Presiden Pertama China. Untuk mengenang namanya dibangunlah Dr. Sun Yat Sen Memorial Hall yang menjadi salah satu tujuan wisata di kota Guangzhou.

Taman Kota, Patung Lima Ekor Kambing

Di Taman Kota Guangzhou berlatar belakang patung ikon kota. (foto: pribadi)

Kota yang dipadati 15 juta penduduknya ini mempunyai satu taman kota yang sangat luas. Di tengah taman kota ini berdiri patung lima ekor kambing atau biasa disebut juga Five Rams Statue, yang merupakan monumen kota Guangzhou. Patung yang berada di tengah hutan kota yang luas ini menjadi Ikon kota layaknya Monas di Jakarta.

Semua wisatawan yang datang ke Kota Guangzhou pasti menyempatkan diri untuk berkunjung ke sini. Di dalam taman kota ini terdapat danau yang indah dan menyediakan tempat bermain untuk anak-anak dan keluarga. Lokasinya yang berbukit dan hutannya yang terjaga dengan baik, membuat lokasi yang sangat hijau ini bukan hanya menjadi destinasi wisata untuk wisatawan lokal dan mancanegara tapi juga menjadi tempat berolahraga oleh warga kotanya.

Jalanan yang tertata rapi, naik turun dan berkelak kelok dengan pemandangan khas hutan yang sangat hijau membuat kita tidak merasa kalau kita tengah berada di tengah kota Guangzhou.

Di sini juga terdapat beberapa museum yang bisa anda kunjungi. Termasuk salah satunya adalah Dr. Sun Yat Sen Memorial Hall. Di puncaknya yang berupa bukit kecil terdapat benteng yang berpagar tinggi dan juga meriam-meriam tua yang mengarah ke sungai Mutiara. Dari sini kita bisa melihat keindahan Guangzhou. Tampaknya tempat ini dulu merupakan salah satu pertahanan untuk melindungi Kota Guangzhou dari serbuan musuh.

Jika anda lelah berjalan kaki, di sinipun disediakan kendaraan angkutan yang bisa membawa anda berputar-putar taman ini dan mampir di beberapa bagian taman. Termasuk juga mampir ke toko-toko souvenir yang banyak tersedia di sini.

Old Town Guangzhou, kota tua yang benar-benar tua

Sisi lain yang menarik dari kota ini adalah menyusuri kota tuanya. Saya diajak teman untuk menyusuri pasar tradisional yang menjual banyak tumbuhan dan juga daging binatang-binatang seperti ular, buaya, biawak, kera dan tupai untuk dimakan. Juga buah-buahan dan pasar bumbu yang jarang terdapat di negara manapun. Sebagian besar buah-buahan dan bumbu tersebut dikeringkan. Saya jadi ingat kawasan Pancoran Glodok namun di sini tampak jauh lebih tua.

Kami juga sempat mengunjungi Sacred Hall Kathedral. Katedral peninggalan Inggris dan Perancis ini tampak berdiri megah dan masih sangat terjaga. Berada di sini seperti bukan sedang di China tapi kita seakan sedang berada di salah satu kota di Eropa dengan gereja-gerejanya yang antik dan megah. Katedral ini berdiri dia ntara pertokoan lama yang memenuhi sepanjang jalan kota tua di Guangzhou ini.

Dan tempat paling menarik yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Beijing Lou atau Jalan Beijing. Ini adalah satu jalan utama yang sudah sangat tua, dibangun sejak awal kota Ghuangzhou ada. Hal ini dibuktikan oleh pemerintah setempat dengan menggali di bagian tengah jalan, menutupinya dengan kaca yang rapat dan memetakannya berdasarkan tingkatan pembangunan jalan ini. Di dalam galian yang mencapai 2 meter ini diberi tanda tingkatan jalan dari awal yang terus ditambal berdasarkan dynasti yang memerintah dari zaman dulu hingga zaman now. Di sampingnya juga diberi prasasti yang menjelaskan sejarah panjang jalan ini.

Di sepanjang Beijing Lou juga terdapat pusat pertokoan, restoran dan kafe. Sehingga jalan ini menjadi pusat perbelanjaan yang sangat terkenal di Guangzhou dan menjadi pusat lalu lalang para turis yang datang ke kota ini.

Zhujiang New Town – City Of Light

Bagi traveller yang suka dengan kota yang bertaburan cahaya di waktu malam, masukkanlah Guangzhou di dalam bucket list anda. Dan ketika anda ke Guangzhou, datanglah ke distrik Zhujiang New Town, kawasan modern yang berada disisi lain kota ini.

Di bagian kota ini, anda akan melihat deretan gedung pencakar langit, hotel-hotel mewah dengan mal-mal yang sangat megah. Salah satunya adalah Mal Of The Wolrd. Mal yang sangat besar ini berada di bawah tanah dan menghubungkan banyak gedung tinggi yang ada disini. Sedangkan di atasnya di design layaknya Central Park di New York.

Ketika anda datang menjelang malam dan menyusuri taman yang ada di atas mal ini, anda akan dibuat terpukau dengan gemerlap cahaya yang memancar dari semua gedung pencakar langit yang ada di sini. Kota ini benar-benar terang bertaburan cahaya.

Gedung-gedung yang tingginya ratusan meter yang memadati Zhujiang New Town ini, memancarkan cahaya dari semua sisinya. Iklan-iklan berbentuk video terpasang setinggi gedung pada semua bagian dinding-dindingnya. Tentu saja yang menjadi ikon utamanya adalah Kanton Tower atau Menara Kanton yang bertinggi 610 meter dan pernah menjadi menara tertinggi di dunia sebelum digeser oleh Tokyo Sky Tower. Land Mark kota Ghuangzhou ini didesain sangat futuristik dan memancarkan cahaya warna warni yang sangat memukau di malam hari.

Saat ini kemegahan Kanton Tower tertandingi oleh Ghuangzhou CTF Finance Tower yang menjadi Gedung tertinggi di Guangzhou, tertinggi kedua di China dan nomor 5 di dunia. Salah satunya yang juga tergolong supertall adalah Guangzhou Internatinal Finance center. Ketiga gedung ini bersaing memancarkan cahaya menerangi langit malam kota Ghuangzhou. Sungguh gemerlap.

Menyusuri Sungai Mutiara

Hal lain yang harus anda lakukan ketika ke Ghuangzhou adalah pergi ke Sungai Mutiara atau Sungai Delta Pearl yang membelah kota Guangzhou. Belilah tiket untuk wisata air pergi pulang dan nikmatilah perjalanan menyusuri sungai ini. Lakukan pada sore menjelang malam. Maka anda akan dibuat terpukau dengan keindahan Kota Ghuangzhou.

Anda akan melihat jembatan-jembatan yang menyala dengan aneka lampu berbentuk bunga yang sangat meriah. Berpapasan dengan banyak kapal wisata dan juga kapal nelayan yang semuanya menyala layaknya lampu berjalan berbentuk kapal menyusuri sungai.

Semua gedung yang berada di tepian sungai ini memancarkan cahayanya yang berwarna warni seakan mengiringi perjalanan anda menyusuri sungai mutiara. Anda juga akan melihat kemegahan Canton Tower, gedung IFC dan juga CTF Finance Tower dan dapat berfoto dengan kemegahan dan kilau cahaya ketiga gedung pencakar langit ini beserta gedung-gedung lainnya.

Semuanya dapat anda lakukan sambil ditemani teh panas khas China yang diberikan secara gratis, dari dalam kapal yang dindingnya juga semua menyala. Jika anda perlu kudapan ringan dapat anda beli di toko kecil yang ada di dalam kapal. Jika anda tertarik untuk minuman beralkohol maka di sini juga ada bar dengan harga yang jauh di bawah harga bar-bar yang ada di Indonesia.

Kapal dua lantai yang lantai duanya terbuka ini benar-benar memanjakan anda untuk bersantai menikmati kemilau cahaya kota yang juga dikenal sebagai kanton ini. Rasanya tidak salah jika kota ini menjadi salah satu City Of Light yang ada di bumi ini. (zh)

LEAVE A REPLY