Giliran Sumenep, Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN ke-5

0
496
Pulai Gili Labak,Sumenep, Madura, jawa Timur. (Foto: ksmtour.com)

Even Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) ke-5 digelar. Puncak acara akan berlangsung di Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim) pada 27-31 Oktober 2018 mendatang.

Kementerian Pariwisata mendukung Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dalam penyelenggaraan acara ini.

FKMA ke-5 ini akan didahului dengan kegiatan road show di lima Keraton; yaitu Solo, Medan, Mempawah, Ternate, dan Denpasar. Diharapkan pada puncak acara akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim sebagai tuan rumah acara puncak FKMA-V/2018, yang juga sebagai dewan pakar sekaligus dewan pembina FKMA, mengatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini akan berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, dimana unsur pariwisata akan lebih menonjol dalam upaya mempromosikan Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia.

Peluncuran My Keraton. (Foto: Kemenpar/Facebook)

Hal ini sejalan dengan program 100 Event Wonderful Indonesia 2018 yang akan digelar selama satu tahun di seluruh Tanah Air, untuk mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 270 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tahun ini

Kegiatan launching FKMA-V Tahun 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, pada tanggal 22 Februari 2018.

Upaya Datangkan Wisatawan

“Keraton sebagai warisan budaya bangsa menjadi aset pariwisata sehingga kegiatan FKMA tidak lepas dari kegiatan kepariwisataan. Sumenep sebagai tuan rumah FKMA ke-V mempunyai kesempatan untuk mempromosikan potensi pariwisatanya di antaranya tahun ini meluncurkan 36 event berskala tingkat kabupaten, provinsi, nasional, dan regional maupun internasional,” kata Esthy Reko Astuti, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural, seperti dilansir Kemenpar.

Esthy Reko Astuti menjelaskan, untuk mencapai target kunjungan 17 juta wisman Kemenpar telah menyiapkan 100 Event Wonderful Indonesia termasuk 2 event besar internasional; Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018 dan Annual Meeting IMF-WB pada Oktober 2018 di Bali.

Selain itu juga menyiapkan program Visit Monderful Indonesia (ViWI) 2018 di dalamnya ada sekitar 248 paket hot deals (more for less ) yang siap dijual oleh industri pariwisata ke seluruh dunia.

Istana Keraton Sumenep. (Foto: www.tempat.me)

Program hot deal sebagai paket bundling yang dilakukan oleh pelaku bisnis pariwisata ini akan berlangsung di 18 destinasi yang siap dalam unsur 3A-nya (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) yakni; Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Pelembang); Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta,Solo, Subaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi); Kalimantan (Balikpapan); Bali; Nusa Tenggara Barat (Lombok); Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado); dan Papua Barat (Raja Ampat).

“Fokus pasar dalam program VIWI 2018 adalah ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea, Australia, Eropa,Timur Tengah, dan Asia Selatan terurtama India dan sekitarnya,” kata Esthy Reko Astuti yang juga sebagai penanggung jawab pelaksanaan 100 Event Wonderful Indonesia.

Peluncuran Aplikasi Digital My Keraton

Dalam acara Launching FKMA V 2018 tersebut PRA. Arief Natadiningrat, Sultan Sepuh Cirebon yang juga sebagai ketua FSKN, melakukan peluncuran perdana aplikasi ‘My Keraton’.

Peluncuran aplikasi ‘My Keraton’ ini sebagai salah satu strategi meningkatkan citra serta fungsi dan peranan keraton pada masyarakat.

“Aplikasi ini juga diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam kemajuan negeri lewat industri pariwisata serta turut mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat adat. Di usia kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah saatnya kita sebagai bangsa Indonesia menghargai sejarah dan kebudayaan dari keraton/kerajaan nusantara yang telah menjadi jatidiri bangsa dan bukti kejayaan nusantara di masa silam,” kata PRA. Arief Natanidingrat.

LEAVE A REPLY