Giliran Berau, Tetapkan 30 Event Masuk Kalender Pariwisata 2018

0
526
Salah satu festival di Kabupaten Berau. (Foto: D'sign Family/youtube)

Traveler, kini giliran Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tetapkan 30 agenda wisata dan budaya yang masuk kalender pariwisata pada 2018.

Menpar Arief Yahya pun mengapresiasi, Calendar of Events 2018 yang disusun Berau.

“Mohon waktunya dikunci, jangan berubah tanggal dan bulan! Promosikan sesuai dengan DOT -Destinasi, Originasi, Timeline, agar efektif sampai ke calon travellers,” ujar Menpar Arief Yahya seperti dilansir Indopos.

Menpar Arief ingatkan, agar events dikurasi dengan standar global. Ini bisa mengundang wisman dan wisnus dengan lebih percaya diri.

“Koreografinya nasional, tarian, kostum, dan musiknya dikurasi dengan baik,” ungkap Menpar Arief.

Semua event yang ditetapkan merupakan kegiatan tahunan. Beberapa event masuk agenda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) maupun instansi lainnya.

Cap Go Meh jadi salah satu agenda yang masuk kalender pariwisata, pada 22 Maret mendatang.

Event di Berau bakal padat pada April. Pemkab sudah menyiapkan tujuh event. Di antaranya, Tour de Biduk pada 7-8 April dan Berau Sport Tourism (21-22 April).

Bersiaplah ke kabupaten Berau dan nikmati alam bersama event budayanya. (Foto: wisatalengkap.com)

Pesta panen juga akan ada di Kampung Long Lanuk, Kampung Long Duhung, dan Kampung Long Gie. Traveler juga bisa memilih event pada Juli yang berjumlah empat;  Tour de Merabu,  gelar seni budaya Batiwakkal, Maratua Jazz, dan Parade Band Idulfitri.

Pemkab Berau bakal menggelar tujuh event saat Desember. Di antaranya, HUT kedua Pasar Barambang, Oma Aba, pesta meja panjang, dan pesta Dayak Badeng.

Kepala Disbudpar Berau Mappasikra Mappaseleng menjelaskan, jumlah event berpeluang bertambah karena masih ada kegiatan dadakan yang bisa digelar.

Dia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak sebelum menetapkan seluruh event itu.

Misalnya, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies/ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Mappasikra berharap kalender pariwisata itu bisa membuat tingkat kunjungan wisatawan ke Berau stabil.

“Sesuai keinginan wakil bupati bahwa kunjungan itu bisa merata dalam setiap bulannya. Jadi, pemasukan tetap berjalan meskipun masuk low season,” jelas Mappasikra.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengatakan, kalender wisata memang dibutuhkan untuk menunjang industri pariwisata. Dengan adanya kalender wisata itu, wisatawan memiliki gambaran mengenai event di Berau.

“Sudah saatnya melangkah ke jenjang yang lebih serius untuk memajukan sektor pariwisata Berau,” ujar Agus.

LEAVE A REPLY