Festival Perang Adat yang Jadi Geliat Wisata Sumba: Festival Pasola 2018

0
67
Foto: education.illinois.edu

Pertandingan perang tradisional tahunan yang paling seru lagi akan diadakan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Ya, Festival Pasola 2018!

Ya, Festival Pasola 2018 memang selalu ditunggu dari tahun ke tahun waktu penyelenggaraannya. Geliat wisata Sumba yang satu ini punya ciri khas tersendiri; dilakukan berdasarkan ritual adat Sumba.

Traveler, 10 Februari besok, di Lamboya, Sumba Barat, festival perang adat nan seru ini akan dilangsungkan.

“Sumba sangat kental dengan adat maka secara otomatis harus menghormati adat itu. Adat juga bisa dijadikan daya tarik buat wisata. Sehingga wisatawan mempunyai keinginan mendalami serta belajar soal budaya di Indonesia khususnya di Sumba. Festival Pasola juga bagian dari atraksi yang sangat menarik,” ucap Kepala Bidang Pemasaran Area II (Nusa Tenggara-Timor Leste) Florida Pardosi, seperti dilansir Kemenpar.

Foto: Kemenpar/Facebook

Wisatawan Betah Berkat Tradisi Sumba

Di sisi lain, Kadispar Sumba Barat Sabatorro meyakini, Sumba kian dicintai wisatawan berkat tradisi dari leluhur Pulau Sumba, yang bisa membawa wisatawan semakin betah di pulau yang mempunyai julukan lain yakni Hidden Paradise.

“Wisatawan yang datang ke Sumba di 2016 sebanyak 11 ribu, lalu di 2017 sebesar 13 ribu di 2017, dengan kehadiran Festival Pasola maka kami yakin jumlah wisatawan semakin bertambah lebih besar,” urainya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku salut atas apa yang dilakukan Pulau Sumba yang bergerak cepat, serta memiliki pemikiran yang smart untuk menarik wisatawan dari Pulau Dewata.

Menpar Arief juga melihat, keberadaan Festival Pasola, bisa menambah pundi-pundi wisatawan mancanegara, untuk berlibur ke Pulau Sumba yang dikenal masih perawan tersebut.

Percepatan Pengembangan Pariwisata

Disadari oleh Barat Sabatorro , dengan kehadiran Festival Pasola membuat pihaknya semakin mempercepat speed-nya khususnya dari sisi penginapan. Terlebih, di Sumba itu sendiri banyak penginapan yang sifatnya resort dan private.

Untuk pergerakan cepatnya, sejak mendapat pengakuan dunia Pemerintahan Kabupaten Sumba menyadari betapa dahsyatnya perkembangan pariwisata. Oleh karenanya, di setiap enam bulan pertumbuhan penginapan terus bertambah.

“Sebanyak 30 hotel kami fokuskan untuk ditambah, buat wilayah Sumba Barat maka daerah pantai selatan menjadi fokus utama kami apalagi keberadaan wisatawan banyak yang datang ke wilayah tersebut,” tegasnya.

LEAVE A REPLY