Festival Pasir Putih Sukses Tarik Hati Wisman ke Danau Toba

0
515
Foto: Kementerian Pariwisata/Facebook

Kabarnya, Festival Pasir Putih pada Sabtu (31/3) yang baru lalu sukses tarik hari wisman ke Danau Toba lho. Wisman nampak menikmati keberadaan mereka di Pantai Situngkir, Kabupaten Samosir.

Pelaksanaan Festival Pasir Putih ini semakin semarak karena bertepatan dengan libur long weekend. Wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara pun terlihat antusias mengabadikan kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang berpartisipasi dan datang ke acara ini. Begitu juga panitia dari Kabupaten Samosir yang sudah lebih siap melaksanakan event tahunan ini,” tutur Dirut BPODT Arie Prasetyo, seperti dilansir Kemenpar.

Foto: Kementerian Pariwisata/Facebook

Ya, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Ketua LIPI, dan Sekjen PUPR, Bupati Kabupaten Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Kabupaten Samosir Juang Sinaga, Kepala Dinas Pariwisata Samosir Ombang Siboro, dan tamu undangan menghadiri acara ini.

Rangkaian Acara

Festival Pasir Putih ini terdiri dari beberapa rangkaian acara. Seperti, Manguras Tao, Kirab Budaya, Tortor Partutuaek Kolosal, Perlombaan Tradisional air, juga hiburan rakyat lainnya.

Ritual ini dilakukan oleh tokoh-tokoh adat di Rumah Batak Huta Bur Bur Situngkir. Ada juga iring-iringan bersama-sama ke Pantai Situngkir. Ritual berikutnya berlangsung di tepi Danau Toba yaitu ‘Manguras Tao’ yang merupakan praktik pembersihan dan repurifikasi secara simbolik Danau Toba.

“Beragamnya event tahunan di Toba, menjadi bukti nyata bahwa pariwisata Indonesia memiliki banyak warna. Dan juga mampu menarik wisatawan baik lokal maupun internasional,” kata Aries Prasetyo.

Menurutnya, kesuksesan acara ini sejalan dengan target mendatangkan 1 juta wisatawan mancanegara ke Kawasan Danau Toba. Tentunya sampai akhir tahun 2019.

Foto: Kementerian Pariwisata/Facebook

“Saat wisatawan datang ke suatu tempat, dan memiliki banyak agenda pariwisata, wisatawan akan semakin betah. Dan dapat membuat mereka ingin balik lagi. Kekuatan ini harus dilakukan dengan memberikan promosi sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, aspek budaya lokal Batak yang khas dan unik harus dileastarikan. Khususnya Batak Toba.

Kegiatan adat dapat dijadikan atraksi sebagai daya tarik wisata. Lewat cara ini juga budaya tradisional mampu melawan globalisasi teknologi.

“Badan Pelaksana Otorita Danau Toba hadir bukan bekerja sendirian tapi kami turut bekerja bersama pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat untuk mensukseskan pariwisata di Kawasan Danau Toba,” tutupnya.

Apresiasi diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya terhadap Festival Pasir Putih. Terlebih, Danau Toba adalah destinasi prioritas. Menpar tidak henti-hentinya mengingatkan untuk memperhatikan aspek 3A. Yaitu Amenitas, Atraksi, juga Aksesibilitas.

LEAVE A REPLY