Dua Hari Satu Malam di Pegunungan Avatar (1)

3
719
Zhangjiajie National Forest Park, China. (foto: worldatlas.com)

Sejak nonton film Avatar di tahun 2009 lalu, saya bermimpi untuk datang ke tempat yang mengilhami terbentuknya dunia seperti di dalam film tersebut. James Cameron, sang sutradara film Avatar mengakui, kalau alam sangat indah yang ada di dalam filmnya itu terinspirasi dari satu tempat di China bernama Zhangjiajie. Sebuah kawasan wisata alam yang sangat indah di Provinsi Hunan.

Zhangjiajie sendiri sudah terdaftar sebagai UNESCO World Heritage Site sejak 1982. Bentuk geologi alamnya sangat unik dengan perbukitan batu yang menonjol disertai gua dan danau di atas pegunungan. Keunikan itu membuat tempat ini sekarang menjadi salah satu andalan pariwisata China untuk mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak-banyaknya ke negeri itu.

Ketika saya berada di Shanghai guna merayakan malam tahun baru 2018 lalu, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Zhangjiajie. Dari Shanghai saya menempuh perjalanan udara selama 2 jam. Tiba tengah malam langsung dijemput pemilik rumah tempat kami menginap yang kami peroleh dari airbnb.com.

Atas saran dari teman yang pernah ke sini, juga membaca review wisatawan sebelumnya di internet serta perbincangan dari pemilik rumah, maka saya berdua bersama teman mengambil paket tur dua hari satu malam.

Kami memesan lewat pemilik rumah tempat kami menginap. Karena wilayahnya yang sangat luas dan banyaknya tempat wisata yang harus dikunjungi, maka sangat tidak memungkinkan untuk melakukan solo traveling. Akan banyak waktu terbuang serta ongkosnya juga menjadi semakin mahal.

Dengan biaya sebesar 500 RMB atau sekitar satu juta rupiah, sudah termasuk bus pariwisata, penginapan satu malam di lokasi wisata, makan pagi, siang dan malam, plus tour guide yang tidak bisa berbahasa Inggris. Beruntung dalam satu group sebanyak 30-an orang, ada satu orang yang bisa berbahasa Ingggris yang akhirnya menjadi penerjemah dalam perjalanan kami ini.

Zhangjiajie National Forest Park

Merasakan dinginnya salju di Zhangjiajie National Forest Park, China. (foto: koleksi pribadi)

Kami dijemput pukul 7 pagi di penginapan yang berada di pusat Kota Zhangjiajie dan langsung menuju Zhangjiajie National Forest Park. Jaraknya kurang lebih dua jam dari pusat kota.

Di dalam lingkungan taman nasional ini terdapat satu kota kecil yang sangat terjaga keasriannya. Di sini banyak terdapat hotel, tempat pertunjukan, restoran dan juga toko suvenir. Kota ini benar-benar menjadi kota pariwisata. Layaknya Engelberg di bawah kaki Mount Titlis di Swiss.

Selanjutnya kami dibawa memasuki pintu gerbang Zhangjiajie National Forest Park. Setelah diberi tiket kami masuk ke area taman dan dibawa menaiki kendaraan khusus yang telah disiapkan oleh pengelola taman nasional ini. Tidak berapa lama, kami berhenti dan diajak berjalan kaki melihat pegunungan berbentuk pilar-pilar yang sangat tinggi.

Di sini kami menyaksikan lebih dari 3000 pilar batu dengan beragam bentuk yang sangat unik. Ada yang berbentuk seperti orang tua yang sedang membungkuk, muka hewan, bahkan juga berbentuk wajah manusia. Bentuknya yang aneh-aneh itu seakan dipahat, padahal pilar-pilar batu yang sangat tinggi ini terbentuk oleh gesekan angin berjuta tahun yang lalu. Sungguh aneh dan takjub melihatnya.

Gunung Yuanjiajie

Cable car di Zhangjiajie, China. (foto: Traveltoday/Zahrudin Haris)

Setelah puas menikmati pemandangan Zhangjiajie dari bawah. Kami kemudian dibawa ke arah lain dengan kendaraan yang telah disediakan. Selanjutnya kami naik cable car menuju puncak gunung-gunung berbentuk pilar-pilar yang sangat menakjubkan ini.

Ketika berada di dalam cable car dan menyaksikan pemandangan di sekitarnya, kami seakan dibawa ke dunia mistis yang berada di dalam film Avatar. Betapa tidak, kami melayang di antara gunung-gunung yang menjulang tinggi dengan jurang-jurang yang sangat dalam berada di bawah kami. Kemudian pada satu titik kami seakan berada di atas awan dan gunung-gunung tersebut seakan melayang tanpa dasar yang hanya memperlihatkan puncaknya saja. Persis seperti dalam film Avatar. Hujan salju yang menyambut kedatangan kami di puncak Gunung Yuanjiajie ini menambah suasana menjadi makin mistis dan menegangkan. Sungguh menakjubkan.

Setelah sampai di puncak, dengan udara yang sangat dingin berkisar -2 hingga -4 derajat celcius, kami dibawa berkeliling berjalan di antara jembatan yang menghubungkan banyak puncak pilar gunung yang dasarnya tidak terlihat. Kami seakan berjalan di atas awan. Jarak pandangan hanya beberapa meter saja. Beruntung jalan dan jembatan yang dibuat sudah sangat bagus dengan pagar-pagar pengaman yang sangat kokoh. Membuat kami merasa aman berjalan di atas perbukitan yang tingginya ratusan meter dengan jurang-jurang yang tak terlihat di bawahnya ini.

Setelah lebih dari satu jam berpindah dari satu puncak bukit ke puncak bukit lainnya. Kami kemudian dibawa menuju lokasi lain dengan kendaraan yang sudah disiapkan. Kendaraan ini menyusuri pinggiran bukit yang sangat terjal dari puncak gunung sampai ke dasar. Kemudian kami dibawa makan siang di restoran yang sudah disiapkan. Makan siang disajikan secara prasmanan dengan sajian makanan khas China.

Menyaksikan proses pembuatan makanan dan suvenir khas

Setelah dua jam makan dan istirahat, kami kemudian dibawa menuju satu tempat dengan banyak bangunan khas perbukitan China. Di sini kami langsung dibawa oleh tour guide lokal yang menyambut kami dengan sangat baik dan tampak sangat menguasai tempat ini.

Kami diajak berjalan untuk mengetahui sejarah terbentuknya Zhangjiajie mulai dari zaman dahulu kala sampai sekarang, yang disajikan dalam bentuk gambar-gambar di dinding. Dijelaskan juga tentang pola hidup penduduk asli Zhangjiajie yang petani dan pemburu. Saat musim panas mereka menabung makanan sebanyak-banyaknya dengan cara dikeringkan, diasap dan dibakar. Kemudian saat musim dingin mereka tinggal di dalam gua-gua untuk menghangatkan badan.

Pertunjukan tradisional di Zhiangjiajie. Paket wisata yang terasa lengkap. (foto: TravelToday/Zahrudin Haris)

Kami juga diajak untuk melihat proses pembuatan makanan khas Zhangjiajie yang beraneka ragam. Proses pembuatan berbagai macam suvenir khas Zhangjiajie yang banyak terbuat dari pohon-pohon dan bebatuan. Kami berkeliling menyusuri tempat wisata yang sudah diatur menjadi satu jalur, sehingga tak ada yang terlewatkan. Sesekali kami mencoba makanan khas hasil olahan pengrajin secara langsung, termasuk madu asli dan juga tuak asli yang langsung diambil dari pohonnya.

Di ujung pemberhentian, kami disuguhi minuman teh hangat khas Zhangjiajie yang rasanya seperti air jagung. Sambil menonton pertunjukan yang ditampilkan oleh penduduk lokal, dari mulai anak-anak sampai yang dewasa yang mempunyai keahlian khusus yang patut diacungi jempol.

Beragam pertunjukan disajikan. Dari mulai seni akrobat, permainan anak-anak yang sangat menakjubkan. Kesenian tradisional zaman dulu, kaligrafi, komedi khas China dan juga pertunjukan tarian yang sangat menghibur. Dua jam lebih pertunjukan ini menghibur kami dan menghangatkan suasana yang sangat dingin ini.

Bersambung ke tulisan kedua …. (zh)

3 COMMENTS

  1. Saya tertarik dg liputan kunjungan ke zhiangjiajie avatar area.
    Pertanyaan saya apakah di tempat tersebut dan juga di tenpat2 wisata Anda lainnya ada tersedia makanan dan minuman halal.
    Trimakasih.

LEAVE A REPLY