Dua Hari Satu Malam di Pegunungan Avatar (2)

0
524
foto: TravelToday/Zahrudin Haris

Apa yang telah saya kisahkan di tulisan terdahulu belum berakhir. Kisah perjalanan di Zhangjiajie terlalu pendek untuk diakhiri. Pengalaman menyinggahi Pegunungan Avatar yang jadi impian sungguh membahagiakan.

Ini adalah kisah kedua dari dua tulisan tentang Zhangjiajie. Baiklah, saya lanjutkan.

Tianzi Mountain Natural Resource Reserve

Selanjutnya semua peserta tur diajak kembali ke puncak pegunungan yang lain lagi. Yaitu Tianzi Mountain Natural Resource Reserve. Jaraknya lebih kurang setengah jam. Bus yang kami tumpangi kembali secara perlahan menyusuri sisi gunung berkelak-kelok menuju puncak Tianzi Mountain.

Sesampai di puncak kami kembali dibuat terpana dengan pemandangan yang ada. Kami menyusuri puncak-puncak pegunungan dengan melewati berbagai spot foto yang sangat sayang kalau dilewatkan. Rombongan tur bergantian mengabadikan tempat-tempat foto yang indah ini.

Sepanjang perjalanan banyak kami temui monyet hutan yang tampak kedinginan namun sangat akrab dengan pengunjung. Mereka tidak segan merebut kantong-kantong plastik atau tas yang dibawa pengunjung yang mereka pikir berisi makanan. Di sinipun banyak tersedia kios-kios pedagang jika anda ingin membeli minuman atau makanan baik untuk sendiri maupun untuk diberikan ke monyet-monyet penghuni Gunung Tianzi ini.

Setelah satu jam, kami sampai di ujung perjalanan. Terdapat gedung kaca dengan antrean menuju lift yang akan membawa kami ke dasar gunung. Melihat dari ketinggian lumayan mengerikan juga. Lift yang kami tumpangi berdiri ratusan meter di sisi jurang yang sangat dalam. Dan sekitar 50-an meter di bagian bawah, lift ini menembus bebatuan gunung.

Beilong elevator di Wulingyuan Scenic Area. (foto: 3us.com)

Ketika kita berada di sisi luar bagian kaca, meluncur dengan cepat, sungguh memacu adrenalin. Karena melihat jurang yang sangat dalam di bawahnya. Rasanya sangat berbeda naik lift di tempat terbuka disisi gunung dengan pemandangan jurang yang terjal, dibandingkan dengan lift yang ada di dalam gedung. Lebih mengerikan. Ketika sampai di            bawah, kami memandang lift ini dari bawah dengan perasaan takjub.

Namun ketakutan anda akan terbayar ketika sudah tiba di bawah. Terdapat selasar yang sangat luas yang berada di antara gunung-gunung batu dengan dinding lurus sangat terjal seakan menembus langit. Membuat mata kita terbelalak dan teriakan wow ada dimana-mana. Tak ayal semua peserta tur membuka kamera dan ponselnya untuk mengabadikan tempat yang sungguh menakjubkan ini.

Setelah puas berfoto. Kami kemudian menyusuri gua-gua kecil dengan tangga yang terus meluncur turun ke bawah. Di bawah terdapat arena parkir mobil yang lumayan luas. Mobil kami telah menunggu. Waktu telah menunjukkan pukul 6 sore dan hari mulai gelap, ketika kami dibawa ke kota kecil untuk acara selanjutnya.

Galadinner dan Pertunjukan Kesenian

foto: TravelToday/Zahrudin Haris

Kami dibawa ke restoran yang cukup mewah dengan panggung terbuka yang sangat luas. Kami bergabung dengan banyak peserta tur dari bermacam operator tur lainnya. Di sini telah disediakan tempat duduk yang memanjang dengan posisi menyamping. Sehingga setiap peserta dapat menonton pertunjukan di atas panggung sambil bersantap malam.

Saran saya walaupun anda lapar, bersantaplah dengan pelan. Karena makanan tidak berhenti datang, terus menerus sampai kita begah sendiri. Mulai dari sop, sayuran, ikan, ayam, daging dan juga babi disajikan terus menerus. Sementara di panggung hiburan terus mengalir. Baik nyanyian, tarian maupun komedi yang walaupun kami tidak mengerti tapi bisa membuat kami tertawa dengan tingkah polahnya. Para penari kemudian mangajak semua peserta untuk bergandengan tangan ikut menari bersama. Sehingga terjalin keakraban antarpeserta meski belum saling mengenal. Luar biasa.

Lebih dari dua jam kami menikmati makanan dan hiburan. Kami pikir setelah ini akan kembali ke hotel untuk istirahat. Ternyata acara belum selesai. Kami diajak ke seberang jalan dimana terdapat gedung pertunjukan yang sangat luas. Seperti JHCC di Jakarta.

Kami kemudian diberi tiket masuk dan duduk di kursi sesuai yang tertera di tiket. Tidak lama kemudian keluar dua orang MC dari stage kiri dan kanan yang menjelaskan pertunjukan malam ini.

Tampaknya pertunjukan dibagi menjadi beberapa bagian dengan berbagai cerita yang sangat menarik. Ada yang menceritakan kisah cinta dua orang yang tidak kesampaian. Pencarian seseorang untuk menemukan pasangan hatinya yang disajikan dengan komedi. Pertunjukan ketangkasan dari beberpa pemain sirkus yang sangat piawai. Pertunjukan tarian dari penari-penari yang sangat cantik dan pemuda-pemuda yang tampan dengan lekuk rubuh yang indah, mengingatkan saya saat nonton Moulin Rouge di Paris, Prancis.

Secara keseluruhan pertunjukan yang ditampilkan mengingatkan saya dengan pertunjukan sirkus nomor satu di dunia yaitu Cirque de Soleil yang sempat saya tonton ketika berkunjung ke Sidney beberapa tahun lalu. Panggung yang luas, tata suara dan lampu yang sangat megah, penampilan artis-artisnya yang sangat lincah dan juga jalan ceritanya yang gampang dicerna, membuat mata kita tidak berkedip untuk terus menyaksikannya. Keren.

Dua jam pertunjukan sungguh tidak terasa. Waktu berlalu begitu cepat karena pertunjukan yang disajikan sangat mengagumkan. Sekali lagi saya harus angkat kedua jempol saya untuk pertunjukan dan tuur yang benar-benar padat namun sangat menyenangkan di hari pertama di Zhangjiajie ini. Kami kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat dan persiapan tur di hari kedua.

Hari kedua di Zhangjiajie

Jam 7 pagi kami sudah bangun dan langsung menuju ruangan sarapan pagi. Sarapan sudah tersedia dengan lengkap. Menu yang disiapkan juga sangat beragam. Dari mulai telur, sayuran, nasi, daging, dan buah. Selesai sarapan yang hanya diberi waktu setengah jam, kami sudah berkumpul di lobby hotel.

Tampaknya semalam hujan salju turun sangat deras. Salju menumpuk di depan hotel dan sepanjang jalan raya lumayan tinggi. Udara saat ini menunjukkan -4 derajat celcius. Walaupun pakaian yang saya kenakan sudah empat lapis, namun dingin tetap menusuk sampai ke tulang.

Jam 8 bus kami sudah siap dan kami kemudian kembali menuju pintu gerbang masuk Zhangjiajie National Forest Park.

Tianmen Mountain Glass Walkway

Tianmen Mountain Glass Walkway. (Foto: boredpanda.com)

Tianmen Mountain Glass Walkway merupakan jembatan kaca yang berada di puncak Tianmen Mountain setinggi 1400 kaki. Untuk menuju ke Puncak Tianmen Mountain kita dapat langsung naik cable car terpanjang di dunia sejauh 7 km selama 30 menit. Selama perjalanan lewat cable car tersebut anda dapat menikmati pemandangan Zhangjiajie yang sangat menakjubkan.

Sampai di puncaknya keberanian anda terhadap ketinggian akan diuji. Untuk anda yang takut ketinggian sebaiknya jangan ikutan. Jembatan kaca yang membentang melingkari Tianmen Mountain dengan pemandangan langsung jurang yang sangat dalam di bawah kaki anda, membuat nafas anda berhenti berdetak.

Apalagi di ujung jembatan terdapat jalur kaca yang ketika diinjak seakan-akan retak dengan bunyi yang membuat nyali anda makin ciut. Banyak peserta yang tidak berani melanjutkan meniti jembatan kaca tertinggi di dunia ini. Sebagian peserta tidak berani menyusuri jembatan kaca ini dan hanya jadi penonton saja dengan berteriak penuh kengerian.

Tianmen Cave

Tianmen Cave. (Foto: nonstoptravel.ru)

Tianmen Cave atau sering juga disebut dengan Heaven Door atau pintu ke surga, merupakan sebuah lubang besar setinggi 30 meter yang terdapat di antara dua tebing yang menjulang tinggi.

Untuk menuju ke tempat ini, kita dibawa dengan bus kecil yang melewati 99 Bends. Yaitu sebuah jalan kecil yang melingkari sisi gunung dengan belokan-belokan yang sangat tajam. Setelah itu kita masih harus mendaki 999 anak tangga yang curam dan sempit untuk sampai ke puncaknya. Karena hujan salju semakin deras dan juga jalan menuju ke sana ditutup akhirnya perjalanan kami menuju ke Tianmen Cave dibatalkan. Sayang sekali….

Hujan salju hari ini tampaknya tidak bersahabat dengan kami. Setelah menunggu kami pikir akan reda untuk menuju Huang Long Cave, gua diatas bukit yang sangat indah. Yang memiliki panjang 7,6 km dan tinggi 140 meter. Di dalam gua ada sungai yang mengalir dan juga terdapat 4 air terjun serta ribuan stalaktit. Dan selanjutnya Baofeng Lake, danau yang berada pada jalur pendakian dengan kedalaman 72 meter yang menjadi salah satu tujuan wisatawan ke Zhangjiajie.

Akhirnya karena jalur menuju kedua tempat itu ditutup untuk menjaga keamanan wisawatan, maka kunjungan kami dibatalkan. Dengan kompensasi uang yang telah kami bayarkan dikembalikan sebesar 120 RMB. Walaupun agak kecewa tapi melihat cuaca yang makin buruk, akhirnya kami kembali ke hotel dan menuju Kota Zhangjiajie untuk city tour di dalam kota saja.

Traveler, para pembaca Travel Today Indonesia, terima kasih telah membaca kisah perjalanan saya ke Pegunungan Avatar. Selalu ada jalan untuk meraih impian. Salam. (zh)

LEAVE A REPLY