Di London, Ngabuburit Bisa Sambil Dengarkan Gamelan Sunda Lho!

0
470
Foto: Indonews.com

Bagaimana suasana ngabuburit Anda di bulan Ramadan ini? Wah, di London, Anda bahkan bisa menikmati alunan merdu gamelan Sunda, yang dimainkan begitu syahdu oleh Goldsmiths Gamelan Group.

Acara itu, menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London, Prof. E. Aminudin Aziz, terselenggara berkat kerja sama KBRI London dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

KBRI London melalui Program Residensi Seniman Jawa Barat, Lili Suparli, sedangkan ISBI Bandung yaitu Rudi Mukhram. Ditambah dengan Departemen Musik Universitas Goldsmiths dan Horniman Museum and Gardens.

Ia memberikan  apresiasi kepada para musisi Indonesia dan Inggris yang telah mempopulerkan seni musik Jawa Barat di Inggris, yang dirasakan belum begitu banyak dikenali oleh publik Inggris.

Kolaborasi  Istimewa Antar Seniman

Penampilan kolaborasi yang indah antara seniman musik Sunda, Lili Suparli dan Rudi Mukhram dengan grup gamelan dari Universitas Goldsmith pimpinan “Kang” Dr Barley Norton terasa sangat istimewa di saat “ngabuburit”, menunggu waktu berbuka puasa, yang cukup panjang di Inggris.

Foto: BeritaSatu.com

Suara suling bambu yang begitu merdu dimainkan oleh Jasmine Hornabrook, salah seorang anggota Goldsmiths Gamelan Group memesona para pengunjung Museum Horniman and Gardens pada sore itu di salah satu sudut Kota London.

“Kekompakan para musisi dari kedua negara memainkan alat musik tiup, petik dan pukul itu sangat apik dan mengagumkan,” kata Minister Counsellor Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI London, Thomas Siregar dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Lantunan Tembang

Tembang Jipang Prawa ditampilkan sebagai bubuka, tembang pembukaan, memberikan energi yang mengisi seluruh ruang rumah kaca “conservatory” di halaman Horniman Museum and Gardens dari Institut Seni Budaya Indonesia yang memiliki arsitektur sangat unik dan mulai dibuka sejak tahun 1901.

Irama tembang ini yang berkarakter dengan pergantian tempo yang variatif mengundang anak-anak Inggris yang menyaksikan untuk ikut bergoyang dan bertepuk tangan.

Tembang Sorban Palid yang sangat popular di kalangan masyarakat Jawa Barat atau yang diistilahkan oleh Kang Barley sebagai the Floating Turban cukup menggelitik pengunjung yang menyaksikan.

Di beberapa bagian musik tersebut, Kang Barley mengangkat tangannya. Lalu ia mengajak seluruh penonton untuk bertepuk tangan dengan nada tertentu seirama dengan ketukan kendang dan kecrek.

Tembang Galatik Mangut, Senggot dan Kalangkang melengkapi suasana parahyangan di selatan kota London yang sejuk karena baru diguyur hujan cukup lebat tersebut.

LEAVE A REPLY