Demi Terhindar Dari Masalah, Ini 3 Etika Berfoto di Ke’te Kesu Toraja!

0
152
Rumah adat Tongkonan di Tana Toraja. (foto: Purwono Nugroho Adhi)

Anda sedang berencana mengunjungi Ke’te Kesu di Toraja yang keramat itu? Nah, agar terhindar dari masalah, ternyata ada etika khusus bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke sana lho!

Dua wisatawan yang sebelumnya fotonya menjadi viral lewat pose-pose tak beretika di Makam Toraja Ke’te Kesu ini cukup menjadi peringatan bagi wisatawan lain, bahwa latar belakang adat dan budaya suatu daerah yang kita kunjungi harus dijaga dan dijunjung tinggi kehormatannya.

Nah, agar terhindar dari masalah serupa, dilansir dari detikTravel,  ini 3 etika berkunjung sekaligus berfoto di  Makam Toraja Ke’te Kesu:

1. Jangan lupa katakan ‘tabe’ atau ‘permisi’

Foto: bernadian.blogspot.com

Berfoto sebenarnya bukan aktivitas yang dilarang di sana, namun karena menjadi tempat peristirahatan leluhur sejak zaman dahulu, Anda yang mau berfoto di sini harus punya etika.

Tulang dan tengkorak leluhur orang Toraja berada di beberapa titik. Kebanyakan, tengkorak tersebut dijadikan satu dalam satu peti di pinggir tebing.

Anda bisa bilang ‘tabe’ dalam bahasa Toraja yang artinya ‘permisi’ setiap kali melewati tengkorak, dan juga saat hendak berfoto.

Bagi orang Toraja, pemakaman hanyalah masalah tempat. Biar pun sudah meninggal, leluhur yang dimakamkan di sini tetap harus dihormati.

Berfoto dengan tengkorak leluhur di makam ini sebenarnya diperbolehkan. Posisinya bisa di samping tengkorak atau kalau mau foto tengkoraknya saja juga bisa. Tapi tidak mengubah tempat, apalagi mempermainkan tulang tengkoraknya.

Ingat, Jangan Lakukan Ini: Pose ‘Injak Tengkorak’ di Ke’te Kesu Buat Geram Warga Toraja

2. Ucapkan ‘terima kasih’

Ada rokok, permen, uang logam, penanda ucapan terima kasih di Ke’te Kesu. (Foto: Iqbal Kautsar/www.kompasiana.co

Setelah berfoto, jangan lupa ucapkan terima kasih. Ini juga bentuk penghormatan terhadap arwah leluhur lho.

Terkadang dijumpai ada rokok di sekitar tengkorak, wisatawan mancanegara suka menyelipkannya, tentu saja tanpa menggeser tulang tengkoraknya.  Terkadang ditemukan pula aneka kue, air soda, uang logam, dan sebagainya.

3. Dilarang menggeser apalagi memindahkan tulang tengkorak

Etika lain di makam ini adalah dilarang memindahkan tulang tengkorak leluhur. Ini sudah jelas, karena untuk memakamkannya saja orang Toraja perlu menyembelih kerbau dan babi.

Sengaja memegang dan memainkan tulang seperti dua wisatawan tersebut adalah kesalahan yang fatal. Karena bagaimana pun bentuknya, hidup atau mati, leluhur tetaplah orang tua yang harus dihormati.

Maka, bila hukum adat harus dijalani, kedua wisatawan harus mengikuti upacara khusus dengan menyediakan kerbau bule dan babi.

Perlu diketahui, beberapa kejadian akibat tidak menghormati makam leluhur di Ke’te Kesu ini cukup membuat jera.

Jadi, Traveler. Jika hendak berfoto-foto di Makam Toraja itu cukup dengan berlaku sopan, ucapkan permisi dan terima kasih. Ya, menghargai adat istiadat daerah lain menjadi tanda bahwa kita adalah pribadi yang bijaksana.

Keindahan yang Perlu Disimak: Berkunjung ke ‘Negeri Atap Angin’ Toraja

LEAVE A REPLY