Cuma Sehari di Jakarta? Berjalankakilah ke Tempat-Tempat Ikonik Ini

0
52
Monumen Nasional (foto: jktgo.com)

Hanya punya waktu satu hari di Jakarta, tapi ingin menikmati banyak destinasi wisata? Jangan khawatir. Travel Today punya panduan untuk anda berikut ini:

Sarapan Pagi di Jalan Sabang 

Mulailah perjalanan anda di pagi hari dengan sarapan pagi di Jalan Sabang. Sejak zaman dulu jalan ini sudah terkenal akan wisata kulinernya. Ada banyak cafe dan restaurant ataupun pedagang kaki lima yang sudah buka sejak pagi hari. Ada beberapa restaurant juga yang buka 24 jam. Beragam jenis makanan dari seluruh Indonesia ada di sini. Juga restaurant-restaurant yang menyajikan masakan dari mancanegara. Tinggal anda pilh sesuai selera.

Mengenal sejarah Indonesia di Museum Nasional RI 

jakarta museum nasional - Cuma Sehari di Jakarta? Berjalankakilah ke Tempat-Tempat Ikonik Ini
Museum Nasional (foto: journalistontherun.com)

Setelah perut anda kenyang. Berjalanlah ke arah Jalan Thamrin menuju Jalan Medan Merdeka hingga berjumpa Museum Nasional.

Sebelum sampai museum anda bisa menikmati keindahan patung Arjuna Wiwaha yang biasa disebut juga patung kuda. Karya maestro patung Indonesia yaitu Nyoman Nuarta ini menggambarkan rombongan kuda yang sedang berlari. Sangat instagramable buat menghias media sosial anda.

Sekitar 100 meter dari patung yang dibuat tahun 1987 itu, anda akan menemukan satu gedung berwarna putih bercorak Eropa dengan patung gajah besar di depannya. Inilah gedung Museum Nasional Indonesia. Museum pertama dan terbesar di Indonesia dengan koleksi yang paling lengkap tentang sejarah peradaban Nusantara.

Menurut wikipedia, museum ini dibangun pada 24 April 1778. Beberapa kali mengalami perubahan hingga menjadi seperti sekarang. Patung gajah berbahan perunggu tersebut merupakan hadiah dari raja Thailand Chulalongkorn pada tahun 1871. Sejak itu museum ini dikenal juga sebagai museum gajah.

Melihat Jakarta dari atas Tugu Monumen Nasional

Setelah dari museum, menyeberanglah ke arah Tugu Monumen Nasional (Monas). Anda harus sedikit berputar ke arah kanan untuk menemukan pintu masuknya. Dekat dengan patung kuda.

Tugu yang menjadi ikon Jakarta ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari penjajah. Pembangunannya dimulai sejak 17 Agustus 1961 di bawah pemerintahan Sukarno dan dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975 oleh pemerintahan Suharto.

Tugu setinggi 132 meter ini di puncaknya dihiasi oleh lembaran api bersepuh emas yang melambangkan semangat yang menyala-nyala. Anda bisa masuk ke dalam dan naik ke puncaknya untuk melihat Jakarta 360 derajat. Sungguh indah.

Berkunjung ke gedung perpustakaan tertinggi di dunia

Selesai dari Monas, berjalanlah kembali keluar menuju pintu masuk dan berbelok ke kiri. Anda akan menemukan Pasar Lenggang Jakarta, pusat cenderamata, toko baju dan juga warung makan. Lepaskan lelah dan hapus dahaga dan lapar Anda di sini sambil mencari-cari cenderamata khas Jakarta.

Dari sana jika anda menoleh ke kanan akan terlihat gedung baru nan megah berdiri 27 lantai bertuliskan Perpustakaan Nasional Indonesia.

Dengan ketinggian 126,3 meter, Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini menjadi yang tertinggi di dunia. Mengalahkan Shanghai Library Institute yang memiliki ketinggian 106 meter. Gedung ini baru diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 14 September 2017 yang lalu.

Gedung baru ini telah memiliki fasilitas layanan untuk lansia dan penyandang disabilitas. Silakan berjalan-jalan melihat jutaan koleksi buku yang ada di sana. Kalau anda suka membaca, ini adalah surga untuk anda.

Megahnya Masjid Istiqlal 

istiqlal shutterstock - Cuma Sehari di Jakarta? Berjalankakilah ke Tempat-Tempat Ikonik Ini
Masjid Istiqlal (foto: kagemusha/shutterstock)

Setelah puas membaca buku, keluar dan berjalanlah ke arah kanan. Anda akan melewati Balai Kota DKI Jakarta yang setiap Sabtu terbuka untuk umum. Anda bisa berkeliling melihat ruang-ruang yang ada, termasuk ruang kerja Gubernur DKI Jakarta.

Setelah itu ada gedung Kedubes Amerika yang berpagar tinggi. Lalu, di ujung jalan berbeloklah ke kiri. Maka anda akan melihat Stasiun Gambir. Stasiun kereta api terbesar yang lumayan sibuk di Jakarta. Jika anda ingin makan siang, maka di sini tersedia banyak restoran dengan beragam menu makanan.

Setelah itu lanjutkan perjalanan anda ke kiri. Tidak jauh dari sana, anda akan melihat menara Masjid Istiqlal. Dalam bahasa Arab, istiqlal berarti kebebasan atau kemerdekaan.

Masjid ini dibangun di bekas Taman Wilhelmina. Pembangunan masjid diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu Sukarno. Pembangunan dimulai sejak 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW.

Masjid ini diarsiteki adalah Frederich Silaban, seorang arsitek beragama Kristen Protestan yang memenangkan lomba disain yang diadakan oleh pemerintah pada saat itu.

Masjid yang memiliki gaya arsitektur modern ini, menjadi masjid yang terbesar dan terluas di Asia Tenggara. Masjid ini bisa menampung sebanyak 200.000 umat muslim. Bangunan utama masjid terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Memiliki menara tunggal yang megah setinggi 96,66 meter serta satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang utama.

Begitu masuk anda akan menyadari bahwa masjid ini terdiri dari ratusan tiang dan tidak berdinding. Membuat anda yang melaksanakan ibadah tetap merasa sejuk dan teduh walau berada di posisi manapun.

Masjid yang sangat ikonik ini selalu ramai dipenuhi pengunjung. Presiden AS Barrack Obama pun pernah berkunjung ke sini.

Gereja Katedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta kamerabudaya - Cuma Sehari di Jakarta? Berjalankakilah ke Tempat-Tempat Ikonik Ini
Gereja Katedral Jakarta. (foto: kamerabudaya.com)

Di seberang Masjid Istiqlal terdapat Gereja Katedral Jakarta. Gereja yang mempunyai nama resmi “Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga” ini dibangun dengan arsitektur neo gotik dari Eropa dan diresmikan pada tahun 1901. Gereja ini dirancang oleh Pastor Antonius Dijkmans.

Katedral yang sekarang kita lihat bukanlah gedung gereja yang asli. Gereja pertama diresmikan pada bulan Februari 1810. Namun kemudian terbakar pada tanggal 27 Juli 1826 bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Pada tanggal 31 Mei 1890 gereja sempat roboh. Kemudian dibangun kembali dan dibuka pada tahun 1901.

Gereja Katedral ini pernah dikunjungi oleh Paus Paulus VI pada tahun 1960 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.

Bentuk gedungnya yang cantik dengan tower kembarnya yang megah, membuat gereja ini selalu menghiasi kartu pos, kalender, dan sosial media wisatawan yang baru datang ke Jakarta.

Menikmati hijaunya bekas terminal Jakarta “Lapangan Banteng”

Keluar dari Katedral, berbeloklah ke kiri. Anda akan tiba di Lapangan Banteng. Lapangan ini dulu bernama Waterlooplein.

Plein berasal dari bahasa Belanda yang berarti lapangan. Sedangkan Waterloo adalah kota di dekat Brussel Belgia, tempat pertempuran terakhir Napoleon melawan Inggris, Belanda, dan Jerman. Untuk memperingati kemenangan perang tersebut, Belanda membangun tugu berbentuk singa di tengah lapangan ini.

Setelah Indonesia merdeka lapangan ini diubah namanya menjadi Lapangan Banteng. Kemungkinan nama ini diambil karena pada masa itu di lapangan ini masih banyak terdapat hewan liar seperti macan, kijang, dan banteng.

Saat ini di tengah Lapangan Banteng berdiri Monumen Pembebasan Irian Barat. Patung besar dengan dua tangan terangkat serta rantai putus di kaki. Monumen ini dibuat tahun 1962 ketika Indonesia berjuang membebaskan Irian Barat.

Ide awal dari Presiden Sukarno dan disketsa oleh Henk Ngantung. Patung berbahan perunggu ini menggambarkan seseorang yang telah terbebas dari belenggu penjajah Belanda.

Pada masa Gubernur Ali Sadikin, Lapangan Banteng pernah dijadikan terminal angkutan kota di Jakarta. Sekarang menjadi lapangan olahraga serta tempat terselenggaranya Pameran Flora dan Fauna Indonesia setiap Bulan Juni sampai Agustus.

Menikmati pentas seni di Gedung Kesenian Jakarta 

Gedung Kesenian Jakarta kamerabudaya - Cuma Sehari di Jakarta? Berjalankakilah ke Tempat-Tempat Ikonik Ini
Gedung Kesenian Jakarta (foto: kamerabudaya.com)

Dari sana anda juga bisa menyaksikan Gedung Kantor Pos Indonesia yang sangat ikonik. Gedung peninggalan Belanda ini, membuat anda berasa berada di Eropa.

Kemudian berbelok ke kiri dan anda akan menemukan Gedung Kesenian Jakarta. Bangunan peninggalan pemerintah Hindia Belanda ini masih sangat terawat dan rapi. Gedung ini menjadi tempat para seniman Indonesia mempertunjukkan hasil karyanya.

Gedung yang bergaya neo renaisance ini dibangun tahun 1821 berdasarkan ide dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels. Kemudian direalisasikan oleh Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Rafles pada tahun 1814.

Gedung ini mempunyai sejarah sangat panjang untuk perjuangan Republik Indonesia. Pada tahun 1926 pernah digunakan untuk Kongres Pemuda yang pertama. Pada 29 Agustus 1945, Presiden Sukarno meresmikan Komite Nasional Indonesia Pusat dan beberapa kali bersidang di sini.

Kemudian pada tahun 1951, gedung ini pernah dipakai oleh Fakultas Ekonomi dan Hukum Universitas Indonesia. Dan selanjutnya dipakai menjadi kampus Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI).

Setelah itu pernah juga dimanfaatkan menjadi gedung bioskop yaitu Bioskop Diana dan City Teater.

Namun Sejak tahun 1984, gedung ini dikembalikan menjadi gedung kesenian dan menyandang nama resmi Gedung Kesenian Jakarta.

Wisata Belanja di Pasar Baru

Pasar Baru Jalan Pos 7 1024x768 - Cuma Sehari di Jakarta? Berjalankakilah ke Tempat-Tempat Ikonik Ini
Pasar Baru (foto: Midori/wikimedia.org)

Selanjutnya menyeberanglah ke arah Pasar Baru. Pasar ini adalah pusat perbelanjaan tertua di Jakarta yang didirikan tahun 1820. Awalnya diberi nama Passer Baroe karena memang pasar ini tergolong baru, guna melengkapi Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen. Kedua pasar ini dibangun pada tahun 1730-an.

Dulu Pasar Baru merupakan pertokoan elit karena lokasinya yang berdekatan dengan  kawasan Rijswijk yang sekarang menjadi Jalan Veteran. Di jalan ini tinggal orang-orang kaya Belanda dan mereka selalu berbelanja di sini.

Saat ini di sepanjang Pasar Baru berdiri berbagai macam toko dengan jualan yang sangat beragam. Anda bisa menyusuri sepanjang jalan Pasar Baru yang sekarang dibagi menjadi enam kawasan utama, yakni Metro Pasar Baru, Metro Atom, Harco Pasar Baru, Pasar Baru, Istana Pasar Baru, dan Kawasan Pintu Air.

Sebaiknya jika jalan-jalan ke sini, ingat waktu anda. Karena traveler bisa menghabiskan waktu seharian untuk mengitari semuanya. Anda bisa menghabiskan waktu di sini sampai makan malam tiba.

Dan perjalanan wisata satu hari anda bisa diakhiri dengan membeli beragam oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman.

Demikian tips dari Travel Today untuk traveler yang hanya punya waktu satu hari dan ingin mengenal Jakarta lebih dekat. Cukup dengan berjalan kaki, anda akan tahu lebih banyak tentang Jakarta dan juga sejarah Indonesia.

Selamat berwisata dan mengenal Jakarta lebih dekat. (ZH)

LEAVE A REPLY