Menikmati Detak Lambat Pasar Desa

0
74

Jalan-jalan ke pasar tradisional di desa menawarkan keasyikan tersendiri. Meresapi ‘detak’ masyarakat desa yang lamban. Membuat kita menyadari, banyak momen hidup yang lewat begitu saja dari budaya bergesa-gesa.

Pasar Bulu di Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah menawarkan suasana rekreasi belanja yang memberikan pengalaman berdeda dari shooping cuci mata di mall.

Di pasar tradisional bukan hanya mata yang ‘dicuci’ tapi juga batin. Suasana hangat, akrab, langsung terasa begitu kita memasuki pelataran parkir.

Orang-orang saling bertegur sapa. Tidak ada intimidasi pedagang yang memaksa kita untuk membeli. Sekedar jalan-jalan numpang foto-foto pun akan disambut baik oleh mereka.

Ada dua pasar tradisional besar di Kecamatan Sawangan. Pasar Bulu dan Tumpang.

Pasar Tumpang lebih dikenal orang karena letaknya di ruas Jalan Raya Blabak-Ketep Pass yang menjadi jalur wisata. Pasar Tumpang terkenal karena mangut lelenya yang joss.

Pasar Bulu letaknya lebih tersembunyi. Sekitar 5 kilometer menyimpang arah utara dari Jalan Raya Blabak-Ketep Pass. Masuk dari pertigaan Patuk, anda akan disambut hamparan sawah di kanan-kiri jalan.

Jika cuaca cerah, kita dapat melihat Gunung Merapi dan Merbabu yang –seolah- berdampingan di sisi timur. Jangan ragu untuk berhenti sejenak mengabadikan gambar atau sekedar menikmati keindahan alam ini.

Dulu seperti umumnya pasar tradisional di Jawa, Pasar Bulu hanya buka di hari pasaran. Wage dan Legi. Kini pasar itu buka setiap hari, meskipun jika di hari pasaran jumlah pedagangan yang berjualan lebih banyak dari hari biasa.

Tidak ada salahnya bagi anda yang sumpek dengan suasana kota, dapat rehat jalan-jalan belanja ke Pasar Bulu. Siapkan hati yang terbuka untuk dapat mencicipi sejenak suasana hidup di desa.

 

LEAVE A REPLY