Cerita Kedua dari Praha

Bagian kedua

0
96
Saya begitu menikmati Praha. Mimpi yang menjadi nyata. Di belakang saya adalah Wallaenstein Palace yang ternama di Praha.(foto: Zahrudin Haris)

Setelah puas menikmati indahnya panorama Kota Praha dari atas Charles Bridge, saya melanjutkan perjalanan menuju ke Kastil Praha. Sebuah kastil terluas di dunia.

Dari jauh tampak menara-menaranya terlihat dekat, namun setelah berjalan kaki lumayan jauh juga. Namun lelah saya terbayar dengan banyaknya gedung-gedung cantik yang saya lewati.

Ada beberapa musium seni dan juga gereja-gereja bergaya gotik dan ortodoks. Saya benar-benar terkagum-kagum melihat keindahan kota ini. Seakan masuk ke film-film eropa zaman dulu namun dengan nuansa kekinian. Penduduk kota ini pun tampak ramah dengan turis. Wajah rupawan yang selalu menyapa dengan senyuman membuat banyak turis salah tingkah.

Kastil Praha - Cerita Kedua dari Praha
Kastil Praha dilihat dari Charles Bridge. (foto: Zahrudin Haris/Travel Today)

Setelah mendaki tangga yang lumayan panjang, saya tiba di pintu masuk Kastil Praha. Destinasi utama kota ini tercatat di museum rekor dunia sebagai istana terluas di dunia. Luasnya yang mencapai 70.000 m2 membuat anda harus meluangkan waktu yang lumayan lama di sini.

Saya menyusuri satu demi satu gedung yang saya lewati. Beberapa gedung harus membeli tiket dengan antrean yang lumayan panjang, tetapi ada pula yang gratis. Istana ini pernah menjadi pusat pemerintahan raja-raja Bohemian dan Kaisar Romawi. Sebagian masih dipakai untuk tempat tinggal Presiden Republik Ceko.

Di ujung istana saya menemukan spot-spot foto yang sangat indah. Dari sini saya dapat melihat pemandangan kota dan juga indahnya Sungai Vlatva. Taman-taman yang tertata rapi membuat semua orang berebut mengabadikannya.

Duduk berleha-leha di kursi-kursi taman yang tersedia pun sudah cukup membuat anda merasa bahagia. Nuansa itu dapat dilihat dari wajah semua turis yang mengunjungi tempat ini. Banyak yang sekadar duduk-duduk sambil bersenda gurau atau sibuk berfoto selfie. Istana ini memang tempat yang wajib dikunjungi jika anda ke Praha.

Wallenstein Palace, istana kedua Kota Praha

Dari Kastil Praha saya keluar menuju Istana Wallenstein yang berada di Lesser Town, tepatnya berada di bawah kastil. Istana yang terletak berdekatan dengan St. Nicholas Church ini dibangun pada tahun 1623-1630 oleh Albrech von Wallenstein. Ia merupakan panglima tertinggi militer pada saat itu yang memenangkan banyak pertempuran.

wallenstein palace - Cerita Kedua dari Praha
Wallenstein Palace, Praha. (foto: aviewoncities.com)

Wallenstein Palace merupakan komplek istana yang terdiri dari banyak bangunan. Namun tidak seluas Kastil Praha. Istana yang dibangun dengan niat untuk menyaingi Kastil Praha ini terdiri dari bangunan utama istana, taman yang luas, juga terdapat gereja serta kandang kuda dan sekolah berkuda yang disebut Riding School. Riding School saat ini menjadi cabang dari Nasional Gallery Kota Praha.

Sedangkan bangunan utama Wellenstein Palace saat ini digunakan untuk kantor Senat Republik Ceko.

Wencesslas Square, pusat perbelanjaan Kota Praha 

Dari Wellenstein Palace saya kembali menyebrangi Charles Bridge, berbelok ke kanan menyusuri tepian Sungai Vlatva kemudian setelah menemukan jembatan berbelok ke kiri ke arah New Town. Kota Baru Praha.

Wencesslas Square - Cerita Kedua dari Praha
Wencesslas Square di Praha. (foto: Zahrudin Haris/Travel Today)

Di sini saya melihat banyak gedung baru yang berpadu dengan gedung-gedung lama. Saya berpapasan dengan warga setempat yang bercampur baur dengan turis yang sedang berjalan kaki. Kemudian saya menemukan satu jalanan yang sangat luas, mirip Champ Elysees di Paris yang belum lama saya kunjungi.

Jalanan yang sangat lebar ini, di kedua sisinya dipenuhi oleh berbagai macam hotel, restaurant dan butik dari berbagai brand ternama. Dan yang membuat saya terkejut ada satu brand yang mengambil tempat lumayan luas dan tampak berasal dari Indonesia, yaitu sepatu BATA. Berderet dengan merk-merk ternama dari seluruh dunia. Ikut bangga juga melihatnya.

Wencesslas Square 2 - Cerita Kedua dari Praha
Keriuhan di Wencesslas Square, Praha. (foto: Zahrudin Haris/Travel Today)

Wencesslas Square ini dari zaman dulu telah menjadi pusat belanja ternama di Eropa Timur. Jalanan utama dibelah oleh taman yang luas dan di tengahnya terdapat pedestrian yang lebar dengan banyak cafe dan resto di sisinya. Jadi kita bisa berjalan di pedestrian yang kiri dan kanan yang langsung berada di depan toko-toko atau di tengah-tengah jalan yang berupa taman bunga dan deretan cafe serta restaurant. Benar-benar menyenangkan.

Sementara itu di alun-alun utama jika anda berbelok ke kiri atau ke kanan memang dikhususkan buat pejalan kaki. Semua kendaraan dilarang melintas di kawasan ini. Tempat ini menjadi arena yang pas untuk membawa keluarga dan anak-anak menikmati semaraknya kota Praha.

Kota ini memang indah dan menjadi salah satu kota favorit saya di dunia.

Salam dari Praha.

LEAVE A REPLY