Bunga Refugia di Klaten Ini Malah Jadi Destinasi Wisata ‘Tak Sengaja’

0
365
Foto: picbear.club @explorebono

Ada taman bunga baru, yang dipenuhi oleh cerahnya bunga refugia. Warna kuningnya merimbun, tumbuh subur di Klaten. Bunga yang semula dikembangkan untuk mengendalikan hama itu malah secara tak sengaja jadi destinasi wisata baru.

Ya, di jalan beton yang membelah Dukuh Gading Kulon, Desa Bono Tulung, Klaten, jalanan sepanjang satu kilometer itu jadi objek wisata dan ajang berswafoto muda-mudi dengan latar hamparan bunga.

Nampaknya, taman itu dianggap unik karena memanjang di sepanjang jalan di tengah persawahan. Hal inilah yang cukup menarik perhatian kaum muda generasi milenia untuk ber-wefie-ria. Apalagi bunga-bunga yang bermekaran itu nampak indah dan cerah. Sangat Instagramable!

Selamat datang! (Foto: picbear.club/@explorebono

Kunjungi Juga Taman Bunga Ini : Taman Bunga Celosia Gedong Songo yang Mulai Dilirik

Taman Bunga Bono Park

Ya, seperti dilansir Okezone Lifestyle, taman bungan ini terbentuk secara tak sengaja. Awalnya, Pemerintah Desa Bono hanya menanam bunga refugia sebagaimana instruksi Bupati Klaten Sri Mulyani.

Bunga refugia dikembangkan untuk pengendalian hama wereng dan penggerek batang di lahan pertanian seluruh desa yang luasnya 100 hektare dan sempat melonjak tahun lalu itu.

Bunga itu tumbuh subur dan berbunga lebat. Sepanjang hari, keberadaan bunga-bunga itu lantas menarik muda-mudi untuk berburu foto. Aneka warna bunga dimanfaatkan sebagai latar foto. Keberadaan deretan bunga itu sempat viral di media sosial.

“Kami hanya melanjutkan. Kami tata bersama karang taruna supaya lebih baik. Hari ini tempat wisata Taman Bunga Bono Park kami luncurkan,” kata Kepala Desa Bono, Kecamatan Tulung, Bakdiyono.

Petani Bono. Gambar yang Instagramable. (Foto: KLATENPHOTOGRAPH HARI INI/@herucobain46)

Taman Bunga Bono Park kini ditambah taman dengan menyewa lahan milik warga. Taman itu dilengkapi aneka jenis bunga warna warni dan sayuran.

Di tengah taman, terdapat kanopi dari bambu untuk peneduh sambil duduk-duduk pengunjung, dan di taman itu, pengunjung bisa memilih lokasi bunga-bunga untuk berswafoto.

“Taman bunga ini baru dikembangkan di tiga dukuh yakni Mandegan, Tlogowono, dan Gading Kulon. Pengembangan taman bunga tak menutup kemungkinan diarahkan menjadi desa wisata demi kemandirian desa,” beber Kades.

Tahun ini, Pemdes Bono mengalokasikan anggaran kurang dari Rp10 juta untuk pengembangan taman bunga. Pengembangan taman membutuhkan komitmen karang taruna. Ke depan, pengelolaan taman akan diintegrasikan ke dalam Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Bono.

Taman itu menurutnya unik karena memanjang di sepanjang jalan di tengah persawahan.

Indonesia Rasa Jepang: Bunga Sakura yang Rekah di Indonesia, Ada di Taman Sakura Cibodas

LEAVE A REPLY