Bukan Main! Industri Pariwisata Makin Jadi Idola di Tahun 2018

0
261
Selfie di tempat pariwisata Raja Ampat atau tempat lain di Indonesia memiliki peran penting dalam menyuarakan Pariwisata Indonesia ke tingkat internasional. (foto: meloaku.com)

Pariwisata diyakini jadi sektor yang makin seksi sekaligus menantang pada tahun 2018. Terjadinya pergeseran gaya hidup masyarakat serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasilah yang jadi penyebabnya.

Pengamat ekonomi dan pasar modal PT Perusahaan Pengelola Aset Kapital, Ferry Latuhihin mengatakan, pariwisata akan menjadi salah satu motor penggerak bisnis Indonesia pada tahun ini.

“Sektor yang seksi sebenarnya di Indonesia ini adalah tourism, dan sektor ini akan menjadi idola di tahun 2018,” kata Ferry di Jakarta, beberapa waktu lalu seperti dilansir Kemenpar.

Ditambahkan oleh Ferry, pariwisata memiliki potensi yang paling menunjang dibanding sektor lain. Sektor manufaktur serta pertanian tetap prospektif, tapi pertumbuhan manufaktur turun.

Namun, imbuhnya, semua pemangku kepentingan harus serius menata industri pariwisata. Semua sumber daya dan strategi harus dikerahkan. Salah satunya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Sejalan dengan imbauan Presiden Jokowi, dalam sebuah acara di Hotel Raffles, Jakarta, November 2017 lalu, bahwa era digital membuat pola konsumsi masyarakat bergeser. Era digital membuka peluang besar terhadap industri pariwisata dan gaya hidup.

Presiden Jokowi memaparkan digitalisasi menyebabkan pergerakan pola konsumsi dari belanja barang ke pengalaman. Pengalaman didapatkan melalui kegiatan berwisata dan memenuhi kebutuhan untuk gaya hidup lainnya.

“Pergeserannya dari belanja barang ke wisata. Dari belanja barang ke hiburan,” ujar Jokowi saat itu.

Kebiasaan masyarakat yang melakukan swafoto juga berkontribusi meningkatkan gairah di sektor pariwisata. Banyak lokasi wisata di Indonesia, seperti Labuan Bajo dan Raja Ampat, makin kondang berkat swafoto yang diunggah ke media sosial.

“Sekarang orang suka selfie dan fotonya bisa langsung viral ke seluruh dunia. Sudah banyak yang membicarakan destinasi wisata di Indonesia karena internet tidak kenal batas dan jarak. Sekali viral langsung bisa ke seluruh dunia,” tutur Jokowi.

Para pelaku usaha pariwisata juga harus jeli menangkap peluang. Salah satunya tentang tren masyarakat kelas menengah yang gemar berlibur.

Jokowi menambahkan, pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur agar konektivitas antar wilayah makin mudah. Jumlah wisatawan internasionalpun sudah meningkat 25 persen.

Di sisi lain, keberadaan generasi milenial dalam mendongkrak industri pariwisata juga tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka tidak hanya berlibur, tapi juga berani membuat destinasi wisata baru.

Saat ini, segmen ‘leisure’ terus tumbuh seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadikan liburan sebagai kebutuhan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, M. Soleh, mengatakan bahwa leisure economy mendongkrak tumbuhnya bisnis penginapan. Banyak guest house, apartemen, maupun rumah dengan harga miring ditemukan di aplikasi perjalanan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga mengatakan ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Indonesia untuk mengembangkan pariwisata pada tahun 2018, yakni digital tourism yang telah dibicarkan dalam forum UNWTO.

Menurutnya, tantangan-tantangan tersebut akan coba dihadapi oleh Indonesia. Pasalnya, lanjut Arief, Indonesia memiliki Presiden Joko Widodo yang konsentrasi di sektor pariwisata.

LEAVE A REPLY