Bila ke Denpasar, Nikmatilah ‘River Walk’ di Sungai Badung

0
186
Sungai Badung dengan konsep 'Walk River' yang diresmikan Wali Kota Rai Mantra. (Foto: www.balikini.net)

Traveler, di Denpasar ada Sungai Badung yang kini ditata menjadi salah satu destinasi wisata baru.  Sungai Badung yang berada di kawasan Pasar Kumbasari ini akan dijadikan tempat rekreasi, ya, tempat wisata bagi wisatawan.

Pemerintah Kota Denpasar, Bali, seperti dilansir Republika, berhasil melakukan penataan Sungai (Tukad) Badung ini.

“Penataan Sungai Badung di kawasan Pasar Kumbasari telah selesai dilakukan. Dengan selesainya program penataan sungai yang membelah Kota Denpasar itu, maka menjadi salah satu objek wisata baru di tepi sungai dengan sebutan Taman Kumbasari,” kata Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

Perubahan penataan Sungai Badung. (Foto: baliqublog.files.wordpress.com)

Wali Kota Rai Mantra bicara di sela ritual pembersihan “Pemelaspasan” Taman Kumbasari sekaligus ditandai dengan penandatanganan prasasti dan “mepekelem” ke aliran Sungai Badung.

Didampingi Ketua Komisi Tiga DPRD Kota Denpasar, Eko Supriadi, Walikota Rai Mantra juga berkesempatan menebar  10.000 benih ikan nila di aliran Sungai Badung bersama beberapa Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar.

Konsep river walk atau tempat untuk berjalan di bantaran sungai dihadirkan. Harapannya, Sungai Badung menjadi tempat rekreasi dan berdampak ekonomi serta bisa mengedukasi masyarakat tentang kebersihan.

Ia mengatakan penataan Sungai Badung itu untuk menggugah masyarakat menjaga sungai agar tetap bersih dan tidak membuang sampah sembarangan.

Penglepasan bibit ikan di Sungai Badung. (Foto: metrobali.com)

Menurut Rai Mantra penataan sungai ini tidak saja merubah Sungai Badung agar terlihat lebih mempesona, namun menjadikan sungai bisa dijadikan sesuatu yang memiliki potensi, seperti di Sungai (Tukad) Bindu dan Loloan yang sekarang menjadi sebuah potensi baru dan menjadi daya tarik tersendiri.

Sebuah transportasi sungai seperti perahu-perahu kecil akan dikembangkan. Semua untuk lebih memudahkan transportasi rekreasi dan memudahkan masyarakat untuk ke pasar-pasar tradisional yang terhubung dengan sungai.

“Jadi keberadaan river walk ini bisa digunakan sebagai potensi air di segala aspek, baik itu ekonomi, edukasi, transportasi maupun kesehatan, dan menjadikan sesuatu yang tidak bernilai menjadi sesuatu yang bernilai,” ucap Rai Mantra.

Dengan penataan ini diharapkan warga tidak lagi membuang sampah ke sungai, serta dengan tertatanya bantaran sungai, masyarakat bisa memanfaatkan untuk kegiatan yang positif.

Contohnya rekreasi di pinggir sungai, serta kegiatan interaksi lainnya, seperi memancing, berjalan kaki (jogging), serta tempat swafoto (ber-selfie) yang kini menjadi tren di kalangan anak muda.

LEAVE A REPLY