Biasanya Warna-Warni, Tapi Kampung Kiom Pilih Merah Putih Lho!

0
435
Foto: www.goodnewsfromindonesia.id

Traveler, demi menjadi magnet pariwisata, beberapa kampung dipermak menjadi kampung warna-warni, kampung pelangi yang jadi tren. Tapi tidak dengan Kampung Kiom ini Sama-sama dicat, namun yang menjadi pilihan adalah warna merah dan putih.

Menurut Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Budhi Toffi, salah satu alasan dipilihnya warna tersebut karena, warga desa ingin menunjukkan rasa nasionalismenya.

Keunikan Kampung Kiom

Ya, Pemkot menganggarkan biaya untuk program rehabilitasi dan perbaikan rumah warga di Kiom. Tak hanya tampilan fisik rumah, sejumlah sanitasi dan penerangan juga diperbaiki.

Merah Putih yang mencuri perhatian. (Foto: media.travelingyuk.com)

Pacific Paint yang menyediakan cat untuk menghias rumah warga Kiom. Dan kini, saat masuk Kota Tual, deretan rumah berwarna merah putih di pinggir laut yang memisahkan Kota Tual dengan Kabupaten Maluku Tenggara akan nampak

Desa ini pun dikenal dengan sebutan kampung merah putih dan mulai dicat sejak April 2017 dan terbuka untuk siapa saja yang ingin datang berkunjung termasuk wisatawan.

Menurut Okezone, ada hal unik lain yang bukan hanya terletak pada warna cat bangunan. Beberapa bagian dibuatkan lukisan semacam grafiti atau mural sehingga menjadi spot menarik untuk berfoto.

Spot-spot tersebut menampilkan gambar pahlawan Indonesia, semboyan warga sekitar, kehidupan sehari-hari, dan pemandangan alam.

Aktivitas sehari-hari warga desa juga menjadi hal menarik untuk dilihat. Salah satunya adalah permainan yang dilakukan anak-anak desa.

Mural Pahlawan Nasional Patimura di Kampung Kiom. (Foto: www.jawapos.com)

Mereka bermain tahan roda yang menggunakan roda dan sebuah tongkat. Cara melakukan permainan ini adalah roda terlebih dahulu digelindingkan dan kemudian anak akan mengejar untuk mempertahankan roda tetap berputar dengan menggunakan tongkat.

Souvenir

Di desa yang terletak di Kota Tual, Maluku itu wisatawan juga bisa berburu souvenir di toko Cendrawasih. Toko tersebut menjual berbagai kerajinan tangan yang terbuat dari benda-benda laut.

Gelang akar bahar dari akar pohon kasawari laut yang dijual dengan harga Rp75 ribu. Ada pipa rokok yang terbuat dari tulang ikan duyung yang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp150 sampai 250 ribu. Mutiara air laut yang berwarna murni serta hitam amat menarik. Dijual dengan harga bervariasi.

LEAVE A REPLY